JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Suyudi menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Pemerintah melalui Sekretariat Negara menyebut pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026. Sekretariat Negara

Atas pelantikan itu, Wakil Ketua I Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) DPW DKI Jakarta Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky, menyampaikan ucapan selamat dan harapan kepada Kapolri baru. Teks yang ditempel (1)

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto atas pelantikan beliau sebagai Kapolri. Semoga amanah, diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab yang sangat besar ini,” ujar Hoky. Teks yang ditempel (1)

Menurut Hoky, jabatan Kapolri berkaitan erat dengan tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Ia berharap kepemimpinan Suyudi dapat memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara sekaligus meningkatkan hubungan Polri dengan masyarakat. Teks yang ditempel (1)

BACA JUGA
Selain pergantian kepemimpinan Polri, agenda kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mencakup pelantikan 961 kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta.

Hoky Ungkit Dukungan Sejak 2025

Pelantikan Suyudi juga mengingatkan Hoky pada dukungan pribadi yang pernah disampaikannya sejak September 2025.

Dalam materi sumber, dukungan tersebut disebut pernah dimuat BISKOM pada 15 September 2025 melalui artikel berjudul “Soegiharto Santoso Dukung Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Calon Kapolri.” Teks yang ditempel (1)

Pemberitaan tersebut memang tercatat masih tersedia di BISKOM dan memuat dukungan pribadi Soegiharto kepada Suyudi pada saat proses pergantian Kapolri belum memasuki keputusan resmi. Biskom

“Saya memang sudah mendukung dan mendoakan beliau sejak 2025. Sekarang beliau telah resmi dilantik sebagai Kapolri. Saya mengucapkan selamat dan semoga beliau amanah dalam menjalankan tugas besar ini,” ujar Hoky. Teks yang ditempel (1)

Hoky menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan pandangan pribadi berdasarkan pengamatannya terhadap pengalaman dan rekam jejak Suyudi.

BACA JUGA
Di luar agenda pelantikan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong akses pendidikan melalui SMA Garuda berstandar internasional bagi siswa berprestasi.

Ia juga menyatakan dukungan tersebut tidak dimaksudkan untuk mendahului kewenangan Presiden dalam menentukan Kapolri. Teks yang ditempel (1)

Harapan pada Transformasi Digital Polri

Selain menjabat Wakil Ketua I FBN RI DPW DKI Jakarta, materi sumber menyebut Hoky sebagai Ketua Umum APTIKNAS, Ketua Umum APKOMINDO, Sekretaris Jenderal PERATIN, dan Wakil Ketua Umum SPRI.

Dari perspektif tersebut, ia menyoroti tantangan kepolisian yang semakin berkaitan dengan perkembangan teknologi.

Menurut Hoky, Polri menghadapi persoalan seperti kejahatan siber, penipuan digital, penyalahgunaan teknologi, dan berbagai bentuk kejahatan yang memanfaatkan ruang digital. Teks yang ditempel (1)

“Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” katanya.

Ia menilai transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelayanan publik, profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas perlu mendapat perhatian dalam kepemimpinan Polri ke depan. Teks yang ditempel (1)

Hoky juga mendorong terbukanya ruang komunikasi antara Polri dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen lainnya.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan,” ujarnya. Teks yang ditempel (1)

Cerita Perhatian Personal Suyudi

Dalam materi yang sama, Hoky turut menceritakan pengalaman personal yang menurutnya menunjukkan perhatian Suyudi kepada mitra dan orang di sekitarnya.

Ia menyebut Suyudi mengirimkan karangan bunga kepada Vincent Suriadinata, S.H., M.H., dan Liana Calista Monica Rorimpandey saat keduanya menikah pada 5 September 2026.

Vincent disebut pernah menjadi kuasa hukum Hoky dalam perkara uji materi Undang-Undang Pers di Mahkamah Konstitusi. Teks yang ditempel (1)

Bagi Hoky, tindakan tersebut merupakan bentuk perhatian personal yang ia nilai patut dihargai.

Materi juga menyebut ucapan serupa datang dari Komjen Pol. (Purn.) Petrus Reinhard Golose serta Komjen Pol. (Purn.) Rycko Amelza Dahniel. Teks yang ditempel (1)

Hoky menutup pernyataannya dengan harapan agar kepemimpinan baru Polri dapat memperkuat profesionalisme, pelayanan publik, integritas, serta kemampuan menghadapi perubahan teknologi dan karakter kejahatan.