MANADO — Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar Workshop Konten Viral Bernilai di Aston Manado Hotel, Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan puluhan kreator konten dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.

Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari cara menghasilkan konten menarik sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Iklan

Artikel Terkait
Selain pengembangan pasar digital, perhatian terhadap peluang pasar Sulawesi Utara juga terlihat dalam kabar Sulut Tawarkan Ekspor ke Rumania.

Kementerian juga mendorong kreator membangun bisnis digital yang kompetitif dan berkelanjutan.

Staf Khusus Kementerian Ekonomi Kreatif Rian Firmansyah menghadiri kegiatan tersebut.

Hadir pula Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif R. Adi Mukhtar Rivai.

Selain itu, Tenaga Ahli Kementerian Ekonomi Kreatif Panji Purboyo mengikuti seluruh rangkaian workshop.

Head of Folago Academy Fajrin Sahaf dan kreator Manado Sania Maki tampil sebagai narasumber.

Sejumlah kreator populer Sulawesi Utara juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Mereka berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan memperkuat pengetahuan mengenai industri konten digital.

Peserta antara lain Calvin Lumingkewas yang dikenal melalui nama Om Buds.

Rezha Rumagit dari kanal Sonder Expression juga mengikuti agenda tersebut.

Kreator senior Allan Pendong turut hadir bersama Rivel Sumigar dan Kevin BJ.

Kehadiran mereka memperkuat ruang kolaborasi antara pemerintah, kreator, dan pelaku usaha kreatif.

Konten Viral Harus Memberikan Nilai Ekonomi

Materi Workshop Konten Viral Bernilai menekankan bahwa popularitas saja tidak cukup membangun bisnis kreatif.

Konten harus meningkatkan kepercayaan, memperkuat identitas, dan menciptakan manfaat bagi audiens.

Selain itu, setiap karya perlu membuka peluang pendapatan yang bertahan dalam jangka panjang.

Peserta mempelajari cara mengubah perhatian publik menjadi hubungan yang bernilai secara ekonomi.

Narasumber menjelaskan pentingnya memahami kebutuhan pelanggan sebelum menyusun strategi konten.

Kreator harus mengetahui masalah, minat, dan kebiasaan audiens pada setiap platform digital.

Dengan begitu, pesan yang mereka sampaikan dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih tepat.

Konten juga perlu menawarkan solusi, hiburan, atau informasi yang relevan bagi pengguna.

Pelaku kreatif tidak boleh hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut.

Sebaliknya, mereka perlu membangun komunitas yang percaya terhadap produk maupun identitas kreator.

Kepercayaan tersebut dapat mendorong pembelian, kerja sama merek, dan pengembangan layanan baru.

Karena itu, konsistensi menjadi bagian penting dalam strategi bisnis kreatif.

Workshop tersebut juga mengulas pentingnya meningkatkan pelayanan dan pengalaman pelanggan.

Pelaku usaha harus merespons pertanyaan, keluhan, dan masukan konsumen secara profesional.

Selain itu, mereka perlu mengevaluasi usaha menggunakan data penjualan dan perilaku pelanggan.

Data tersebut membantu kreator memahami konten yang efektif serta produk yang paling diminati.

Teknologi digital kemudian mempercepat proses pemasaran, komunikasi, dan pengembangan pasar.

Melalui platform daring, pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan tanpa batasan wilayah.

Namun, keberhasilan tetap membutuhkan strategi yang terukur dan konten berkualitas.

Pendekatan inilah yang menjadi pembahasan utama dalam Workshop Konten Viral Bernilai.

Branding Bukan Sekadar Logo dan Desain

Pembahasan branding mendapat perhatian besar dari peserta workshop di Kota Manado.

Narasumber menegaskan bahwa merek tidak hanya terbentuk melalui logo dan tampilan visual.

Branding muncul dari pengalaman serta persepsi pelanggan terhadap produk atau layanan.

Karena itu, setiap interaksi dapat memengaruhi citra sebuah usaha.

Kreator perlu menyusun identitas yang konsisten pada bahasa, visual, dan nilai yang mereka tawarkan.

Keseragaman tersebut membantu audiens mengenali karakter sebuah merek dengan lebih cepat.

Selain branding, peserta mempelajari strategi positioning untuk membedakan produk dari pesaing.

Positioning menentukan citra yang ingin dibangun dalam pikiran konsumen.

Melalui positioning yang kuat, produk tidak hanya bersaing berdasarkan harga.

Sebaliknya, konsumen memilih produk karena kualitas, manfaat, cerita, atau pengalaman yang ditawarkan.

Strategi tersebut membantu pelaku usaha menghindari persaingan harga yang merugikan.

Selain itu, merek dapat memperoleh pelanggan yang lebih loyal.

Materi Workshop Konten Viral Bernilai juga membahas hubungan antara identitas kreator dan produk.

Kreator perlu menjaga kesesuaian antara pesan digital dengan kualitas layanan sebenarnya.

Ketidaksesuaian dapat mengurangi kepercayaan dan merusak reputasi yang telah mereka bangun.

Oleh sebab itu, pelaku kreatif harus menyampaikan informasi secara jujur.

Branding yang kuat juga membutuhkan cerita yang mudah dipahami audiens.

Cerita tersebut dapat menjelaskan asal produk, proses pembuatan, atau manfaat bagi masyarakat.

Selanjutnya, kreator dapat mengemasnya melalui video, foto, atau narasi pendek.

Pendekatan tersebut membuat promosi terasa lebih alami dan tidak sekadar menawarkan barang.

Media Sosial Menjadi Ruang Membangun Kepercayaan

Workshop tersebut menempatkan media sosial sebagai sarana penting bagi pengembangan usaha kreatif.

Platform digital tidak hanya berfungsi sebagai tempat mempromosikan produk.

Sebaliknya, media sosial membantu pelaku usaha membangun hubungan dengan pelanggan.

Interaksi rutin dapat meningkatkan

Iklan

kepercayaan sekaligus memperkuat komunitas merek.

Perubahan perilaku konsumen membuat kehadiran digital semakin penting.

Banyak pelanggan mencari ulasan, harga, dan informasi produk melalui internet sebelum membeli.

Karena itu, pelaku usaha perlu menyediakan informasi yang jelas dan mudah ditemukan.

Respons cepat juga dapat meningkatkan kenyamanan calon pelanggan.

Dalam sesi pembuatan konten, peserta mempelajari strategi visual dan audio yang efektif.

Kreator perlu menggunakan gambar terang, suara jelas, serta komposisi yang menarik.

Produk juga harus tampil secara jelas agar audiens memahami manfaatnya.

Selain itu, pembuat konten perlu menyampaikan pesan utama sejak awal.

Interaksi menjadi bagian penting dalam Workshop Konten Viral Bernilai.

Peserta belajar menggunakan pertanyaan, komentar, dan ajakan untuk melibatkan audiens.

Call to action juga harus jelas, ringkas, dan sesuai tujuan konten.

Ajakan tersebut dapat mengarahkan penonton untuk membeli, mengikuti akun, atau mengunjungi toko.

Narasumber turut mengingatkan peserta agar menjaga etika dalam setiap produksi konten.

Kreator harus menghindari bahasa tidak pantas dan informasi yang berpotensi menyesatkan.

Konten juga perlu mendorong interaksi sehat tanpa memanfaatkan konflik secara berlebihan.

Dengan demikian, popularitas tidak merusak kepercayaan publik.

Kreator dan UMKM Sulut Didorong Naik Kelas

Kementerian Ekonomi Kreatif berharap pelatihan tersebut memperkuat kapasitas kreator Sulawesi Utara.

Pemerintah juga ingin pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Melalui Workshop Konten Viral Bernilai, peserta memperoleh strategi praktis untuk mengembangkan pasar.

Mereka juga membangun jaringan bersama kreator dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif.

Kolaborasi dapat membuka peluang produksi konten, promosi bersama, dan kerja sama komersial.

Selain itu, kreator lokal dapat mengangkat budaya serta kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.

Konten berbasis identitas daerah memiliki peluang menjangkau audiens nasional dan internasional.

Namun, pengemasan harus tetap kreatif, akurat, dan relevan.

Kementerian berharap peserta tidak berhenti setelah mengikuti workshop.

Sebaliknya, mereka perlu menerapkan materi melalui strategi usaha yang terukur.

Evaluasi rutin akan membantu kreator mengenali kekuatan dan kelemahan konten.

Artikel Terkait
Pembahasan tentang pengangkatan budaya Sulawesi Utara dalam konten kreatif dapat dilengkapi dengan informasi mengenai Museum Negeri Sulawesi Utara sebagai pusat edukasi budaya dan wisata.

Pada akhirnya, konten viral harus menciptakan nilai bagi kreator, pelanggan, dan perekonomian daerah.