MANADO — Alfrets Steven Rumawas resmi memimpin Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Sulawesi Utara masa bakti 2025–2030.
Seluruh pemilik suara dari 13 kabupaten dan kota memilihnya secara aklamasi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Musyawarah Provinsi Luar Biasa PTMSI Sulut berlangsung di Aula Kantor KONI Sulut, Sario, Kota Manado.
Artikel Terkait
Forum olahraga di Aula Kantor KONI Sulut juga menjadi konteks pemberitaan tentang Caroll Senduk yang resmi menjadi ketua KONI Tomohon periode 2025–2029.
Kesepakatan muncul dalam Sidang Pleno II setelah panitia menetapkan Alfrets sebagai calon tunggal ketua umum.
Wakil Sekretaris Jenderal PB PTMSI Rudalof A. Pattiasina memimpin jalannya sidang tersebut.
Sekretaris sidang Jemy Sako turut mendampingi proses penetapan ketua umum baru.
Artikel Terkait
Sementara itu, pembinaan atlet tenis meja di daerah terlihat melalui PPLPD tenis meja Bolaang Mongondow Utara yang kembali berlatih setelah Lebaran 2026.
Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Jefri Inaku menyampaikan hasil seleksi calon ketua.
Tim tersebut hanya menetapkan Alfrets Steven Rumawas sebagai kandidat yang memenuhi proses penjaringan.
Pimpinan sidang kemudian meminta setiap perwakilan daerah menyampaikan dukungan secara langsung.
Satu per satu delegasi kabupaten dan kota membacakan sikap mereka di hadapan seluruh peserta.
Selanjutnya, masing-masing perwakilan menyerahkan pernyataan dukungan kepada calon ketua umum.
Dukungan bulat itu membuka jalan bagi penetapan ketua tanpa proses pemungutan suara.
Pimpinan sidang menawarkan mekanisme aklamasi kepada seluruh peserta Musprovlub.
Tanpa perbedaan pendapat, peserta langsung menyetujui keputusan tersebut.
Dukungan 13 Daerah Akhiri Dinamika Musprovlub
Pelaksanaan Musprovlub PTMSI Sulut sebelumnya sempat menghadapi sejumlah dinamika organisasi.
Namun, seluruh peserta akhirnya memilih menyatukan sikap ketika sidang memasuki agenda penetapan calon.
Kesepakatan tersebut menunjukkan keinginan daerah membangun kepengurusan yang solid.
Selain itu, peserta berharap organisasi segera fokus pada pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi.
Dukungan 13 kabupaten dan kota menjadi dasar kuat bagi kepemimpinan Alfrets Steven Rumawas.
Mandat itu juga membawa tanggung jawab besar untuk memajukan tenis meja di seluruh Sulawesi Utara.
Pengurus baru harus merangkul atlet, pelatih, klub, wasit, dan pengurus daerah.
Karena itu, kolaborasi menjadi salah satu kebutuhan utama setelah proses pelantikan selesai.
Alfrets mengajak seluruh pegiat tenis meja meninggalkan perbedaan yang muncul sebelum Musprovlub.
Ia meminta setiap unsur bekerja sama demi mengejar prestasi nasional dan internasional.
Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki potensi atlet yang membutuhkan pembinaan lebih terarah.
Namun, potensi tersebut harus mendapat dukungan kompetisi, fasilitas, serta program latihan berkelanjutan.
Kepengurusan baru juga ingin mengembalikan pamor tenis meja Sulut pada tingkat nasional.
Upaya tersebut membutuhkan kerja rutin, bukan hanya kegiatan menjelang kejuaraan besar.
Oleh sebab itu, Alfrets menempatkan turnamen daerah sebagai salah satu agenda awal organisasi.
Kompetisi akan melibatkan atlet dari berbagai perkumpulan tenis meja dan peserta yang berlatih mandiri.
Kebijakan itu membuka kesempatan lebih luas kepada atlet yang belum bergabung dengan klub resmi.
Selain mencari juara, turnamen dapat membantu pengurus memetakan kemampuan pemain dari setiap daerah.
Turnamen Rutin Jadi Program Awal PTMSI Sulut
Alfrets Steven Rumawas menilai kompetisi rutin menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet.
Tanpa pertandingan berkala, pemain sulit mengukur perkembangan teknik dan mental bertanding.
Karena itu, Pengprov PTMSI Sulut akan mendorong penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan.
Pengurus juga ingin memperbanyak kegiatan pada tingkat kabupaten dan kota.
Selain kompetisi, kepengurusan baru akan mendorong pembentukan lebih banyak perkumpulan tenis meja.
Keberadaan klub dapat memperluas akses latihan bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat umum.
Selanjutnya, setiap perkumpulan dapat menjalankan pembinaan sesuai kelompok usia dan tingkat kemampuan.
Program tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak pemain potensial dari berbagai wilayah.
Alfrets ingin pembinaan tidak hanya terpusat di Kota Manado.
Sebaliknya, setiap daerah harus memperoleh kesempatan mengembangkan atlet melalui latihan yang teratur.
Pengurus kabupaten dan kota juga perlu menyusun agenda kompetisi lokal.
Dengan demikian, atlet memiliki jalur pembinaan sebelum memasuki kejuaraan tingkat provinsi.
Pertandingan rutin dapat membantu pelatih menemukan pemain berbakat sejak usia muda.
Selain itu, pengurus dapat menilai kebutuhan latihan berdasarkan hasil kompetisi.
Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan pemusatan latihan dan seleksi tim Sulawesi Utara.
Pendekatan terukur akan memperbesar peluang atlet tampil pada kejuaraan nasional.
Namun, pembinaan membutuhkan dukungan fasilitas dan tenaga pelatih yang memadai.
Pengurus baru perlu membangun
komunikasi dengan pemerintah, KONI, sponsor, dan komunitas olahraga.
Sinergi tersebut dapat membantu pembiayaan turnamen, perlengkapan, serta program peningkatan kemampuan atlet.
Pada saat yang sama, organisasi harus menjaga pengelolaan program secara terbuka dan profesional.
Atlet Sulut Disiapkan Berkompetisi di Luar Daerah
Kepengurusan Alfrets Steven Rumawas juga merancang peluang latihan dan pertandingan di luar Sulawesi Utara.
Program tersebut akan memberikan pengalaman berbeda kepada atlet potensial.
Pemain dapat menghadapi lawan dengan karakter, teknik, dan tingkat persaingan lebih beragam.
Selain itu, pengalaman tanding di luar daerah akan memperkuat mental atlet.
Alfrets bahkan membuka peluang bagi pemain masa depan untuk berlatih atau bertanding di luar negeri.
Namun, program tersebut membutuhkan seleksi, persiapan, dan dukungan anggaran yang matang.
Pengurus harus menentukan atlet berdasarkan prestasi, disiplin, dan konsistensi latihan.
Selanjutnya, pelatih perlu menyiapkan target perkembangan bagi setiap pemain.
Pengalaman internasional dapat memperluas wawasan atlet dan meningkatkan standar pembinaan daerah.
Meski demikian, Pengprov PTMSI Sulut harus membangun fondasi kompetisi lokal terlebih dahulu.
Agenda terdekat akan berlangsung pada September 2026.
Pengurus merencanakan sebuah kejuaraan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.
Program tersebut akan berjalan setelah kepengurusan baru menjalani pelantikan.
Turnamen itu diharapkan menjadi langkah awal untuk menyatukan seluruh komunitas tenis meja daerah.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan dapat mempertemukan atlet, pelatih, pengurus, dan pemilik klub.
Momentum tersebut juga dapat memperkenalkan arah baru pembinaan PTMSI Sulut.
Masyarakat akan menilai kepemimpinan baru melalui konsistensi program dan hasil pembinaan atlet.
Karena itu, Alfrets Steven Rumawas perlu menerjemahkan dukungan aklamasi menjadi kerja nyata.
Keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada satu figur ketua umum.
Sebaliknya, seluruh pengurus daerah harus mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing.
Dengan kerja bersama, PTMSI Sulut berpeluang kembali mencetak atlet berprestasi pada tingkat nasional.
Artikel Terkait
Dalam konteks kompetisi daerah, Turnamen Tenis Meja Wali Kota Cup 2026 di Tomohon dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Maret 2026.
Pada akhirnya, kepengurusan 2025–2030 membawa harapan baru bagi perkembangan tenis meja Sulawesi Utara.