aviator.com.az
bretagne-triathlon.com
bsl.community
entriforccm.eu
kidstravel2.com
minnaz.ru
nayora.org
sentrad.org
watchalfavit.ru

Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

bLOG Waktu
Hukrim

Angka Nikah dan Cerai Sulawesi Utara 2025: Pernikahan Naik 6.324 Kejadian, Perceraian Tembus 2.092 Kasus

Advertisement

Angka nikah dan cerai Sulawesi Utara 2025 mencatat dinamika yang kontras namun mengungkap realitas sosial yang penting. Pernikahan di seluruh kabupaten dan kota Sulut meningkat ke 6.324 kejadian – naik dari 6.025 di 2024 dan melampaui angka 2023 yang tercatat 6.246. Di sisi lain, perceraian juga naik ke 2.092 kasus di 2025, dari 1.954 kasus di 2024 dan 2.153 kasus di 2023. Data resmi ini bersumber dari Kementerian Agama RI (Ditjen Bimas Islam) dan Mahkamah Agung (Tabel 4.5.2).

Pernikahan di Sulawesi Utara sempat mengalami kontraksi pada 2024 sebelum kembali tumbuh di 2025. Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow secara konsisten mencatat pernikahan terbanyak di level kabupaten.

Advertisement
TahunTotal PernikahanPerubahan
20236.246
20246.025-3,5%
20256.324+5,0%

Pemulihan 2025 yang mencapai 5 persen menjadi sinyal positif bahwa aktivitas sosial keagamaan masyarakat Sulut kembali bergeliat setelah sempat melambat.

Kabupaten Bolaang Mongondow memimpin jumlah pernikahan di Sulut 2025 dengan 1.373 kejadian – naik dari 1.236 di 2024 dan 1.211 di 2023. Kenaikan konsisten ini menjadikan Bolaang Mongondow sebagai daerah dengan aktivitas pernikahan paling tinggi dan paling dinamis di Sulawesi Utara.

Bolaang Mongondow Selatan mencatat pertumbuhan pernikahan yang mengesankan – dari 526 di 2023 melonjak ke 588 kejadian di 2025, tumbuh lebih dari 11,8 persen dalam dua tahun.

Advertisement

Di level kota, Manado memimpin dengan 1.159 pernikahan di 2025, meski turun dari puncak 1.232 di 2023. Kotamobagu menyusul stabil di 701 kejadian, sementara Bitung mencatat 568 pernikahan.

Kabupaten/Kota202320242025
Bolaang Mongondow1.2111.2361.373
Minahasa10188119
Kepulauan Sangihe169167145
Kepulauan Talaud101413
Minahasa Selatan121125116
Minahasa Utara250277259
Bolaang Mongondow Utara577557581
Kep. Siau Tagulandang Biaro71116
Minahasa Tenggara180243200
Bolaang Mongondow Selatan526530588
Bolaang Mongondow Timur502411475
Manado1.2321.0471.159
Bitung594592568
Tomohon202411
Kotamobagu746703701
Sulawesi Utara6.2466.0256.324

Setelah sempat turun dari 2.153 kasus di 2023 ke 1.954 kasus di 2024, angka perceraian Sulawesi Utara kembali meningkat ke 2.092 kasus di 2025 – naik 7,1 persen dalam setahun.

TahunCerai TalakCerai GugatTotal
20233681.5862.153
20243681.5861.954
20253981.6942.092

Cerai Gugat (divorce by petition) mendominasi dengan 1.694 kasus atau 81 persen dari total perceraian 2025 – jauh melampaui Cerai Talak yang hanya mencatat 398 kasus. Fenomena ini mencerminkan semakin tingginya keberanian dan kemampuan perempuan Muslim untuk mengajukan gugatan cerai secara mandiri melalui jalur pengadilan agama.

Kota Manado memimpin angka perceraian di Sulawesi Utara 2025 dengan 346 kasus – terdiri dari 73 cerai talak dan 273 cerai gugat. Angka ini turun dari 438 kasus di 2024, menunjukkan sedikit perbaikan di ibu kota provinsi ini.

Advertisement

Di level kabupaten, Bolaang Mongondow mencatat angka perceraian tertinggi dengan 450 kasus di 2025 – naik dari 402 di 2024. Kabupaten ini menjadi satu-satunya daerah yang melampaui angka 400 perceraian per tahun di Sulut.

Bolaang Mongondow Utara mencatat lonjakan perceraian paling signifikan di 2025. Dari 123 kasus di 2024, angkanya melonjak ke 180 kasus – naik 46,3 persen dalam setahun. Minahasa Utara juga mencatat kenaikan tajam dari data tidak tersedia di 2024 ke 115 kasus di 2025.

Kabupaten/Kota202320242025
Bolaang Mongondow447402450
Minahasa8011443
Kepulauan Sangihe908370
Kepulauan Talaud11
Minahasa Selatan685861
Minahasa Utara115
Bolaang Mongondow Utara201123180
Kep. Siau Tagulandang Biaro6
Minahasa Tenggara42
Bolaang Mongondow Selatan131144129
Bolaang Mongondow Timur126154163
Manado473438346
Bitung191172180
Tomohon7
Kotamobagu346266289
Sulawesi Utara2.1531.9542.092

Data 2025 memperlihatkan fakta yang mengundang perhatian serius. Dengan 2.092 kasus perceraian berbanding 6.324 pernikahan, rasio perceraian terhadap pernikahan di Sulawesi Utara mencapai 33,1 persen – artinya satu dari setiap tiga pasangan yang menikah berpotensi bercerai.

Tren ini menuntut respons konkret dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan lembaga sosial kemasyarakatan untuk memperkuat program bimbingan pra-nikah, konseling keluarga, dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga demi menekan angka perceraian yang terus bergerak di kisaran tinggi.

Advertisement

Advertisement
Sumber
Kementerian Agama RI (Ditjen Bimas Islam) & Mahkamah Agung (Ditjen Badan Peradilan Agama)

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button