BOLTARA – Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Boltara mencatat 100 kejadian kebakaran dan nonkebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Berdasarkan rekapitulasi yang terakhir diperbarui pada 1 September 2026 pukul 08.30 WITA, sebanyak 52 kejadian masuk kategori kebakaran. Sementara 48 kejadian lainnya merupakan layanan nonkebakaran.
Dari seluruh kejadian kebakaran, kasus hutan dan lahan menjadi yang paling dominan dengan 40 kejadian.
Kategori lainnya terdiri atas empat kebakaran kantor/sekolah, tiga tempat tinggal, empat tempat usaha, serta satu kejadian pada kategori lain-lain.
Penyelamatan Hewan Capai 24 Kejadian
Pada layanan nonkebakaran, petugas mencatat 24 kegiatan penyelamatan hewan.
Selain itu, terdapat 23 kegiatan penyediaan air dan satu penyelamatan darurat lainnya.
Dengan demikian, total layanan nonkebakaran yang masuk dalam rekapitulasi mencapai 48 kejadian.
Data tersebut menunjukkan tugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Boltara tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Petugas juga menangani berbagai kebutuhan penyelamatan dan pelayanan kedaruratan yang tercatat dalam rekapitulasi.
Kaidipang Tertinggi dalam Grafik Sebaran
Grafik sebaran kejadian kebakaran per kecamatan menempatkan Kaidipang dengan 22 kejadian, paling tinggi dibanding wilayah lainnya.
Selanjutnya tercatat BolBar sebanyak 14 kejadian, BolTim enam kejadian, Bintauna lima kejadian, serta Pinogaluman dan Sangkub masing-masing dua kejadian.
Sementara pada kategori nonkebakaran, grafik memperlihatkan Kaidipang mendominasi dengan 40 kejadian. Pinogaluman dan BolBar masing-masing mencatat empat kejadian.
Rekapitulasi juga mencantumkan sejumlah jenis penanganan di tingkat desa, mulai kebakaran hutan/lahan, tempat usaha, bangunan, hingga penyediaan air dan penyelamatan lainnya.
Dokumen tersebut ditandatangani di Boroko pada 1 September 2026 oleh Kepala Satuan La Ode Osnawir Olayana, S.Pd.