GORONTALO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo mulai memeriksa kesiapan SMA Islam Terpadu Assalaam Pohuwato dalam proses rencana pembukaan satuan pendidikan tersebut.
Tim yang ditugaskan turun langsung ke lapangan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi sekolah serta dukungan penyelenggaraan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad mengatakan verifikasi menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan sekolah sebelum pembukaan.
“Verifikasi tersebut menjadi bagian dari keseriusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo dalam memastikan setiap rencana pembukaan satuan pendidikan memenuhi kesiapan yang diperlukan,” kata Sudarman, Senin (31/8/2026).
Dokumen dan Kondisi Lapangan Diperiksa
Dalam proses verifikasi, tim melakukan pemeriksaan dan pencermatan terhadap sejumlah dokumen yang berkaitan dengan rencana penyelenggaraan pendidikan.
Pemeriksaan tidak berhenti pada aspek administrasi. Tim turut melihat kondisi pendukung yang tersedia secara langsung di sekolah.
“Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat kesesuaian antara dokumen yang tersedia dan kondisi pendukung yang terdapat di lapangan,” ujar Sudarman.
Berbagai aspek pendukung penyelenggaraan pendidikan di SMA Islam Terpadu Assalaam Pohuwato juga masuk dalam peninjauan.
Langkah tersebut dilakukan agar hasil verifikasi tidak hanya menggambarkan kelengkapan dokumen, tetapi juga kondisi nyata satuan pendidikan.
Kesiapan Pembelajaran Ikut Dibahas
Tim Dikbud Provinsi Gorontalo juga berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak SMA Islam Terpadu Assalaam Pohuwato.
Pembahasan mencakup kesiapan penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, pengelolaan satuan pendidikan, serta kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam mendukung pembukaan sekolah.
Melalui pemeriksaan langsung tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo memperoleh informasi mengenai kesiapan sekolah secara lebih menyeluruh.
Hasil pencermatan di lapangan selanjutnya menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran objektif terhadap kondisi satuan pendidikan yang akan dibuka