Sukseskan Pilkada Serentak, Rabu 27 November 2024

bLOG Waktu
Advertisement
Opini

Kegagalan Para Elite Politik Bolmut: Pelajaran Penting Pasca-Pemilu 2024

Melacak Jejak Nasib Politik dan Menarik Pelajaran di Era Pasca-Pemilu 2024

Advertisement

Dalam gemuruh suara yang memenuhi kabupaten Bolmut pada Sabtu, 2 Maret 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melemparkan hasil penghitungan suara yang membelenggu. Dalam arena politik yang berliku-liku, takdir sepertinya menunjukkan wajahnya dengan kejutan besar. Bukan hanya Dapil “Pulau Jawanya Bolmut” yang menyaksikan kejatuhan sejumlah tokoh politik ternama, tetapi juga Dapil 3 dan 1 turut terlibat.

Ketika ketua partai dan elit politik berguguran pada pileg 2024, pertanyaan menghampiri: apakah ini menandakan elektabilitas yang memudar, dana kampanye yang kurang, atau ada faktor lain yang mengakibatkan kegagalan mereka dalam perebutan kursi legislatif? Mungkin saatnya bagi partai politik untuk membentuk tim monitoring dan evaluasi yang menelusuri hulu ke hilir organisasi mereka.

Advertisement

Fenomena ini menarik, karena menggambarkan perbedaan antara ketokohan seorang ketua partai di tingkat masyarakat dengan di dalam partai itu sendiri. Seorang politikus mungkin berkilau di arena internal partai, namun bisa tergilas di ranah masyarakat jika tidak memiliki dukungan yang kuat.

Ini menjadi pelajaran bagi partai politik untuk mengevaluasi kadar ketokohan figur-figurnya. Pasca-Pileg 2024, tantangan selanjutnya adalah Pilkada Bolmut 2024 yang juga mengundang para ketua partai untuk bersaing. Mereka yang baru mencoba naik ke tingkat yang lebih tinggi mungkin perlu memahami bahwa naik kelas bukanlah perkara mudah.

Advertisement

Pengalaman adalah kunci. Para calon legislatif, bahkan ketua partai sekalipun, perlu membuktikan kemampuan dan pengalaman yang mereka miliki. Contohnya, Ketua DPW PPP, Depri Pontoh, dan Salim Bin Abdullah yang telah menjalani 5 periode, serta Ketua DPC Saiful Ambarak, yang telah melalui berbagai dinamika politik.

Istilah “Pulau Jawanya Bolmut” bukanlah sebutan sembarangan. Bolangitang Barat-Timur, dengan kekuatan pemilih mencapai 20 ribu lebih, menjadi landasan penting dalam pertempuran ini. Dengan pertaruhan setinggi gunung, nasib politik di sini tak pernah terduga.

Advertisement

Advertisement

Refli Puasa

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button