Jl. Kemang Boroko Timur, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, 95765
Email: redaksi@waktu.news
· Telepon: 08122225381
· WhatsApp: 08122225381
Dokumen Berita
06 Februari 2024, 07:36
WITA
WN-20240206-002956
Menelusuri Jejak Tradisi Pangkas Rambut 'Ba Gunting Dulu So Bagula': Sebuah Perjalanan Nostalgia
Boroko, 6 Februari | Saat sinar mentari hampir menjelang waktu ashar, kegatalan di kepala menusuk menusuk seolah-olah memberi isyarat tak tertahankan. Tanpa ragu, aku segera ganti pakaian dan meraih kunci motor, menuju ke barber shop langganan. Ketika hendak berangkat, istri dan anak-anak penasaran, "Kamana, Bi?" tanya
Oleh
Refli Puasa
Editor:
Redaksi
06 Februari 2024, 07:36
WITA
2
menit baca
1.448 kali dibaca
Kerja Sama
Boroko, 6 Februari | Saat sinar mentari hampir menjelang waktu ashar, kegatalan di kepala menusuk menusuk seolah-olah memberi isyarat tak tertahankan. Tanpa ragu, aku segera ganti pakaian dan meraih kunci motor, menuju ke barber shop langganan.
Ketika hendak berangkat, istri dan anak-anak penasaran, "Kamana, Bi?"
tanya mereka. Dengan senyum, aku menjawab dengan bahasa yang mungkin terdengar asing bagi sebagian, "Mo Pigi Ba Gunting So Ba Gula Rambu." Senyum pun merekah, diiringi tawa yang mengalun 😂🤣.
Namun, anakku yang polos langsung mengejutkan dengan pertanyaannya, "Apa itu 'ba gula'?" Aku tersenyum lebar, mencoba menjelaskan, "Itu adalah istilah romantis bagi mereka yang dilahirkan di era 80-an."
Bersama motor Mio Sporti kesayangan istri, aku menancap gas menuju Pangkas Rambut Madura, tempat langgananku di simpang 4 taman Keydupa.
Tak berapa lama, teman lama, Donal Lamunte, muncul dengan tujuan yang sama, ingin merapikan potongan rambutnya.
Aku mencoba bertanya padanya dengan siasat, "Nal, kenapa mo ba gunting?" Dia tertawa dan menjawab dengan nada bergurau, "So Ba Rumpu Mania!" Kita pun saling tertawa 🤣.
Namun, satu pertanyaan tetap tergantung di udara, "Apa itu 'So ba Gula'?" Jawabannya tetap mengambang di benakku, tak terjawab hingga saat ini.
Istilah itu, yang begitu akrab di era 80-an, seringkali terdengar di antara saudara-saudara, "Pigi ba guntung dulu so ba gula ini rambu." Sebuah kenangan yang tetap menggema di hati.
Pembaca Mendukung Jurnalisme
Dukung Jurnalisme Waktu.News
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai
apresiasi terhadap karya jurnalistik
Refli Puasa.
Mulai Rp10.000
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.
Waktu.News Reader Support
Dukung karya jurnalistik ini
Artikel
Menelusuri Jejak Tradisi Pangkas Rambut 'Ba Gunting Dulu So Bagula': Sebuah Perjalanan Nostalgia
Oleh Refli Puasa
Dukungan
Belum dipilih
PenerimaPT Voice News Network
✓
Instruksi Transfer Bank
Transaksi telah dibuat dan menunggu transfer serta verifikasi.
Kode Dukungan
—
Nominal Transfer
—
Penerima—
Penting
Transfer sesuai nominal transaksi.
Status dukungan tetap Pending sampai
pembayaran diverifikasi Waktu.News.
Pilih nominal dukungan terlebih dahulu.
Informasi dan verifikasi dokumen
Penulis: Refli Puasa
Editor: Redaksi Waktu.News
ID dokumen: WN-20240206-002956
Kode verifikasi: 28746671C04C
Dokumen ini merupakan salinan cetak artikel resmi.
Pindai QR pada kepala dokumen atau kunjungi URL sumber
untuk memeriksa versi daring terbaru.