Sukseskan Pilkada Serentak, Rabu 27 November 2024

bLOG Waktu
Advertisement
Opini

Mendegradasi Politik di Pemilu 2024: Tantangan Amanah atau Godaan Materi?

Advertisement

Pemilu lima tahunan bukanlah semata-sata panggung demokrasi, melainkan arena pertunjukan bagi para pemimpi yang ingin mengejar kursi kekuasaan. Gedung DPRD, DPR RI, DPD—semua menjadi target para calon legislator yang haus akan kekuasaan dan keuntungan pribadi.

Partai politik yang bertebaran seperti jamur di musim hujan hanya menambah keriuhan di arena kompetisi ini. Mereka membuka peluang selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin mencicipi manisnya duduk di kursi legislatif. Kesempatan emas ini membangkitkan obsesi tiada tara bagi banyak orang yang terbuai oleh ambisi untuk mencapai puncak kekuasaan.

Advertisement

Gaji, tunjangan, perjalanan dinas—sekadar hiasan yang menggiurkan bagi mereka yang menginginkan kekayaan instan. Terbayanglah bagi mereka sebuah dunia gemerlap di balik tirai politik yang menggiurkan, di mana segalanya terasa lebih nyaman dan mudah.

Perpres 53 Tahun 2023 menjadi bahan bakar bagi keinginan hasrat yang melampaui batas ini. Perubahan aturan tentang perjalanan dinas hanya menambah daya tarik bagi para pengejar keuntungan. Mereka terbuai oleh iming-iming materi, tanpa memikirkan tugas utama sebagai wakil rakyat yang seharusnya.

Advertisement

Yang lebih memprihatinkan lagi, ada suara-suara yang menyuarakan kepuasan sebatas dengan duduk diam di kursi legislatif. Mereka yang hanya datang, duduk, dan diam dipuja sebagai OKB—orang kaya baru. Ironis sekali, pikiran ini ternyata memunculkan paradigma bahwa menjadi wakil rakyat hanya sekadar cara cepat untuk menjadi kaya.

Namun, kinerja dan integritas? Entah di mana letaknya dalam pikiran mereka yang hanya terpaku pada gaji dan insentif. Mereka yang berpikiran serampangan ini mengabaikan bahwa menjadi seorang wakil rakyat sejatinya adalah amanah untuk mewakili dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Adalah harapan penulis bahwa paradigma kinerja dewan yang terlalu santai harus segera dihentikan. Para calon legislator harus membuka mata dan telinga mereka terhadap aspirasi rakyat, bukan sekadar mengukur kesuksesan dari seberapa besar penghasilan yang bisa mereka raih. Inilah waktunya untuk menempatkan kembali integritas dan kepentingan rakyat di puncak prioritas.

Opini Lainnya:

Advertisement

Advertisement

Refli Puasa

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button