PALU, Waktu.News — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat strategi penanganan dan deteksi dini Tuberkulosis (TB).
Pembahasan berlangsung dalam rapat kunjungan kerja kementerian terkait di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Sabtu (22/8/2026).
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan Kemenkes berkomitmen memasifkan deteksi dini TB melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) khusus TB.
Program tersebut akan dilaksanakan di 508 lokasi yang tersebar pada 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Pelaksanaan di Sulawesi Tengah merupakan bagian dari gerakan nasional CKG TB yang mencakup 53.335 titik di seluruh Indonesia. Program itu diarahkan untuk mengikis estimasi 1,09 juta kasus TB nasional.
“Setiap kegiatan menyasar 100 orang dengan alokasi anggaran operasional Rp7,5 juta per kegiatan, serta membuka ruang pelibatan swasta dan perguruan tinggi untuk edukasi penanganan TB,” jelas Benjamin.
Parigi Moutong Dorong Pemerataan Skrining TB
Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong Zulfinasran menekankan pentingnya mengoptimalkan deteksi dini sekaligus meningkatkan cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Menurut data yang disampaikan dalam sumber, cakupan TPT di Parigi Moutong saat ini baru mencapai 40 persen.
Zulfinasran juga mengusulkan penguatan infrastruktur serta pemerataan tenaga kesehatan. Langkah itu dinilai perlu agar pemeriksaan dan skrining TB dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Usulan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan bentangan garis pantai Kabupaten Parigi Moutong yang mencapai 510 kilometer.
Sinergi penanggulangan TB turut mendapat dukungan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.
Anwar menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk segera membentuk Satgas TB guna memperketat monitoring dan penanganan kasus di lapangan.