Kualitas pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Nuangan, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menjadi sorotan setelah ditemukan retakan pada sejumlah bagian bangunan dan beton yang mudah hancur.

Pantauan langsung waktu.news, Minggu (25/10/2026) sore, mendapati retakan pada lantai dan dinding saluran. Pada bagian tertentu, beton mudah terkelupas ketika disentuh, bahkan hancur saat diremas hingga menyerupai tepung.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mutu material dan kualitas pengerjaan saluran irigasi yang menggunakan anggaran negara itu.

Seorang warga setempat, Hasan, turut menyoroti campuran material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

“Campuran satu banyak (satu semen dan pasir banyak),” katanya.

Selain itu, Hasan menyoroti metode pengerjaan pada bagian tertentu yang diduga tidak disertai penggalian.

BACA JUGA
Di kabupaten yang sama, produksi tangkap ikan Bolaang Mongondow Timur 2025 mencatat rekor baru dengan total 15.784,50 ton.

“Cuma kasih duduk (pondasi dinding drainase), tidak gali,” katanya.

Berdasarkan amatan di lapangan, pekerjaan tersebut berada di dua titik dengan panjang diperkirakan mencapai ratusan meter. Namun, salah satu titik tidak dilengkapi papan informasi proyek sehingga nilai anggaran dan identitas pekerjaan di lokasi itu tidak dapat diketahui melalui papan proyek.

Sementara itu, papan informasi pada titik lainnya mencantumkan pelaksana P3A Usaha Tani, Daerah Irigasi Nuangan, serta sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Retakan pada bagian lantai dan dinding saluran irigasi P3-TGAI di Nuangan.
Keterangan Foto: Retakan terlihat pada sejumlah bagian lantai dan dinding saluran irigasi P3-TGAI di Desa Nuangan.

Papan tersebut juga mencantumkan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, nomor PKS HK.02.03/OPSDA-I/P3TGAI/23.164 tertanggal 18 Juni 2026, waktu pelaksanaan 45 hari kalender, serta nilai kontrak Rp195 juta.

BACA JUGA
Sementara itu, dari sektor berbeda, artikel mengenai pariwisata Bolaang Mongondow Timur 2024 mencatat rekor kunjungan 446.387 wisatawan sepanjang tahun.

Pada papan informasi itu, tercantum keterangan bahwa kegiatan P3-TGAI ini dilaksanakan secara swakelola atau tidak dipihakketigakan/dikontrakkan.

Belum diketahui apakah nilai kontrak tersebut mencakup pekerjaan pada kedua titik atau hanya salah satunya.

Selain kondisi fisik bangunan, kedua titik saluran juga terlihat tidak tersambung meskipun terdapat bekas galian tanah untuk saluran. Kedua titik pekerjaan tersebut berada di sisi kiri dan kanan lahan milik satu orang.

Terkait temuan tersebut, waktu.news telah berupaya meminta konfirmasi, Senin (26/10/2026) kepada salah satu pejabat terkait dan Humas Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado melalui pesan WhatsApp.

Humas BWS Sulawesi I Manado merespons dengan menyatakan akan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

BACA JUGA
Di luar penanganan laporan tersebut, data penduduk dan agama Bolaang Mongondow Timur 2025 menggambarkan komposisi masyarakat di wilayah yang sama.

“Kami konfirmasi dulu dengan pihak terkait,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diterbitkan, waktu.news masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi fisik saluran, mutu material, keterhubungan kedua titik pekerjaan, serta ketiadaan papan informasi proyek pada salah satu titik tersebut. (aah)