GORONTALO UTARAListrik Pulau Dudepo kini menyala 24 jam setelah masyarakat menunggu hampir 38 tahun.

PLN menyalakan jaringan tersebut pada Senin, 3 Agustus 2026, menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Penyalaan itu juga membawa Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo mencapai 100 persen.

Iklan

Artikel Terkait
Sementara itu, liputan daerah lainnya mengangkat agenda pemberdayaan keluarga melalui HKG PKK Boltim 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Sebanyak 395 kepala keluarga atau 1.285 jiwa kini menikmati pasokan listrik pada enam dusun Desa Dudepo.

Pulau tersebut sebelumnya menghadapi keterbatasan listrik karena lokasinya terpisah dari daratan Gorontalo Utara.

Untuk mengatasi kondisi itu, PLN membangun kabel bawah laut tegangan menengah sepanjang 1,95 kilometer sirkuit.

Jaringan tersebut menghubungkan sistem kelistrikan Desa Ilangata dengan Pulau Dudepo.

Selain itu, PLN membangun jaringan darat dan tujuh gardu distribusi untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyebut proyek tersebut sebagai tonggak penting kelistrikan Sulawesi.

Menurutnya, jaringan itu menjadi kabel listrik bawah laut 20 kV pertama yang PLN bangun di Pulau Sulawesi.

Artikel Terkait
Di sisi lain, layanan masyarakat di Tomohon kembali berjalan melalui Layanan Satpas Polres Tomohon yang melayani perpanjangan SIM hingga 31 Maret 2026.

Karena itu, kehadiran listrik Pulau Dudepo mencerminkan pemerataan energi hingga wilayah kepulauan terluar.

Kabel Bawah Laut Tembus Tantangan Geografis

PLN menghadapi tantangan besar ketika membangun jaringan menuju Pulau Dudepo.

Arus laut, perubahan cuaca, dan pengangkutan material menuntut perencanaan teknis yang sangat teliti.

Tim harus membawa tiang, kabel, gardu, dan berbagai perlengkapan menggunakan jalur laut.

Selanjutnya, petugas membentangkan kabel secara presisi agar jaringan tetap aman dan andal.

Usman mengatakan proyek tersebut membutuhkan tenaga ahli serta koordinasi lintas sektor.

PLN bekerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat selama pembangunan berlangsung.

Kolaborasi itu membantu tim menyelesaikan setiap tahapan meskipun menghadapi kondisi geografis yang sulit.

Dengan demikian, listrik Pulau Dudepo akhirnya dapat melayani masyarakat tanpa batasan waktu.

Selain kabel laut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 39,68 kilometer sirkuit.

Perusahaan juga menyiapkan Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 9,958 kilometer sirkuit.

Tujuh gardu distribusi memiliki total kapasitas 400 kilovolt ampere.

Seluruh infrastruktur tersebut menopang kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum, pendidikan, dan kegiatan ekonomi warga.

Sebelumnya, masyarakat menunggu layanan listrik penuh sejak Desa Dudepo berdiri pada 1988.

Kini, warga dapat menggunakan peralatan rumah tangga serta menjalankan kegiatan pada malam hari.

Pelajar juga memperoleh waktu belajar lebih panjang dengan penerangan yang stabil.

Sementara itu, pelaku usaha dapat mengembangkan pengolahan hasil laut dan layanan berbasis listrik.

PLN berharap pasokan tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Namun, warga perlu menggunakan energi secara bijak dan menjaga seluruh fasilitas kelistrikan.

Pemprov Gorontalo Apresiasi Perjuangan PLN

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengapresiasi pembangunan jaringan menuju Pulau Dudepo.

Ia menilai petugas telah bekerja keras membawa material dan membentangkan kabel melintasi laut.

Menurut Idah, kehadiran listrik akan memperkuat pelayanan serta aktivitas ekonomi masyarakat pulau.

Selain itu, pemerintah berharap warga ikut menjaga jaringan dan kelestarian lingkungan laut.

Pemanfaatan listrik Pulau Dudepo juga harus mendukung kegiatan produktif masyarakat.

Warga dapat mengembangkan usaha perikanan, penyimpanan hasil tangkapan, perdagangan, dan layanan digital.

Fasilitas kesehatan juga memperoleh dukungan energi yang lebih stabil.

Selanjutnya, pemerintah dapat meningkatkan layanan pendidikan dan administrasi berbasis teknologi.

Anggota Komisi XII DPR RI Rusli Habibie menyebut penyalaan tersebut sebagai hadiah kemerdekaan berharga.

Menurutnya, 3 Agustus 2026 akan menjadi tanggal bersejarah bagi masyarakat Desa Dudepo.

Hari itu menandai berakhirnya penantian warga terhadap pasokan listrik sepanjang hari.

Karena itu, listrik Pulau Dudepo membawa makna kemerdekaan energi bagi masyarakat setempat.

Capaian tersebut sekaligus melengkapi rasio desa berlistrik di seluruh Provinsi Gorontalo.

Seluruh desa kini telah memiliki akses terhadap layanan energi listrik.

Meski demikian, pemerintah dan PLN tetap perlu menjaga kualitas serta keandalan pasokan.

Gangguan jaringan harus mendapat penanganan cepat karena akses perbaikan membutuhkan perjalanan laut.

Listrik Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Desa

Kehadiran listrik membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat Pulau Dudepo.

Nelayan dapat menggunakan mesin pendingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama.

Pelaku UMKM juga dapat mengoperasikan peralatan produksi dan memperpanjang jam pelayanan.

Selain itu, jaringan internet berpeluang berkembang seiring tersedianya pasokan energi yang stabil.

Sekolah dapat menggunakan komputer, proyektor, dan perangkat pembelajaran digital.

Puskesmas maupun fasilitas kesehatan juga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, pemerintah desa dapat mempercepat administrasi melalui perangkat elektronik.

Manfaat tersebut menjadikan listrik Pulau Dudepo sebagai fondasi pembangunan lintas sektor.

PLN meminta masyarakat menjaga gardu, kabel, tiang, dan seluruh perangkat pendukung.

Warga juga perlu melaporkan gangguan atau aktivitas yang berpotensi merusak jaringan.

Selain menjaga infrastruktur, masyarakat harus memperhatikan keselamatan ketika menggunakan peralatan listrik.

Penggunaan instalasi sesuai standar dapat mencegah korsleting dan kebakaran rumah.

Penyalaan listrik tersebut menunjukkan upaya pemerataan pembangunan hingga kawasan kepulauan.

Melalui kabel bawah laut, negara menghadirkan layanan dasar bagi warga yang lama menunggu.

Pada akhirnya, listrik Pulau Dudepo bukan sekadar penerangan bagi rumah masyarakat.

Artikel Terkait
Di wilayah lain, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencanangkan program Desa Cantik Boltara 2026 dan membuka Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Kaidipang.

Energi tersebut menjadi penggerak pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan warga Gorontalo Utara.