Sukseskan Pilkada Serentak, Rabu 27 November 2024

bLOG Waktu
Advertisement
HealthLifestyle

Pesan Jokowi Kepada Kepala Daerah Terkait Stunting, Jangan Beri Bayi Biskuit dan Bubur Instan

Advertisement

Waktu.news | Menteri kesehatan budi gunadi Sadikin menyebutkan bahwa intervensi pemberian tablet penambah darah sebelum dan saat kehamilan merupakan agenda prioritas pemerintah untuk mencegah stunting pada anak. Cara inilah yang dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan penanganan setelah bayi lahir.

Saat membuka rakornas kepala daerah dan Forkopimda se Indonesia, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berpesan kepada kepala daerah agar melakukan intervensi pencegahan stunting, terutama di masa kehamilan.

Advertisement

Presiden menyatakan penyumbang stunting sebesar 23% berasal ketika bayi belum lahir. Untuk mencegah hal tersebut, presiden meminta kepada kepala daerah untuk dapat bekerja sama serta memonitor dengan posyandu dan puskesmas secara aktif membantu calon ibu dan ibu yang memiliki balita tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan pemberian protein hewani yang mengandung tinggi zat besi kepada bayi.

Presiden juga menegaskan agar menghindari pemberian produk ultra proses seperti biskuit dan bubur instan untuk diberikan kepada ibu hamil dan balita.

Advertisement

Menteri kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menambahkan, upaya penting pencegahan stunting juga memerlukan intervensi pemberian tablet penambah darah agar pada masa kehamilan ibu hamil tidak terjadi anemia yang mengakibatkan potensi stunting meningkat.

Kementerian Kesehatan telah mengambil bagian dalam program penurunan stunting melalui intervensi pemberian tablet penambah darah secara gratis kepada seluruh ibu hamil yang membutuhkan.

Angka kejadian anemia di Indonesia berdasarkan data riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3 hingga 4 dari 10 Remaja menderita anemia. Hal tersebut dipengaruhi oleh asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktivitas fisik.

Untuk deteksi anemia atau kekurangan darah. Caranya, dengan melakukan pengecekan darah secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat. Jika hasilnya di bawah 12 itu dikategorikan anemia, sehingga perlu pemberian tablet penambah darah.

Advertisement

Selain itu, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan tindakan dini seperti menimbang perkembangan tubuh anak di puskesmas setiap sebulan sekali. (rhp)

Berita Terkait;

Advertisement

Refli Puasa

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button