Diketahui, dalam RDP kemarin (31/1) sore, PLN mendapat kritik keras dari para anggota dewan Boltim atas laporan masyarakat mengenai kegiatan pendirian tiang listrik beton di kecamatan Tutuyan dan Kotabunan.
Pasalnya, PLN diduga sengaja menanam tiang listrik di beberapa pekarangan rumah warga secara sewenang-wenang, tanpa adanya sosialisasi atau izin dari pemegang hak atas lahan.
DPRD Boltim juga meminta PLN, termasuk PT ASA untuk menghentikan sementara proses pemasangan instalasi listrik.
Masalahnya, Pemkab Boltim sendiri baru mengetahui bahwa pendirian tiang beton itu ternyata untuk kepentingan perusahaan tambang emas blok Doup di Kotabunan.
Dalam RDP tersebut, tampak hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah, Asisten II Pemkab Boltim dan beberapa masyarakat. (aah)
Diketahui, dalam RDP kemarin (31/1) sore, PLN mendapat kritik keras dari para anggota dewan Boltim atas laporan masyarakat mengenai kegiatan pendirian tiang listrik beton di kecamatan Tutuyan dan Kotabunan.
Pasalnya, PLN diduga sengaja menanam tiang listrik di beberapa pekarangan rumah warga secara sewenang-wenang, tanpa adanya sosialisasi atau izin dari pemegang hak atas lahan.
DPRD Boltim juga meminta PLN, termasuk PT ASA untuk menghentikan sementara proses pemasangan instalasi listrik.
Masalahnya, Pemkab Boltim sendiri baru mengetahui bahwa pendirian tiang beton itu ternyata untuk kepentingan perusahaan tambang emas blok Doup di Kotabunan.
Dalam RDP tersebut, tampak hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah, Asisten II Pemkab Boltim dan beberapa masyarakat. (aah)
Dukung Jurnalisme Waktu.News
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai apresiasi terhadap karya jurnalistik Abdul Agus Heydemans.
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.