BOLMONG, WAKTU.NEWS — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Langagon, Kecamatan Bolaang.

Salah satu tahapan yang kini menjadi perhatian ialah memastikan lokasi pembangunan memenuhi ketentuan tata ruang dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang atau KKPR.

Pembahasan dilakukan melalui Forum Penataan Ruang Kabupaten Bolaang Mongondow yang dipimpin Sekretaris Daerah Bolmong, Abdullah Mokoginta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Forum berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah dan membahas usulan pembangunan Sekolah Rakyat yang diajukan Dinas Sosial Bolmong.

Fokus pembahasan terutama menyangkut kesesuaian lokasi dengan rencana tata ruang serta pemenuhan KKPR.

BACA JUGA
Selain tata ruang, kesiapan lahan juga menjadi perhatian dalam peninjauan Sekolah Nasional Terintegrasi Bolmong oleh tim Kejaksaan Agung dan Kemendikdasmen.

Pemenuhan KKPR menjadi salah satu tahapan untuk memastikan pembangunan berlangsung pada lokasi yang sesuai dengan peruntukan ruang.

Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 13 Tahun 2021.

Persiapan Sekolah Rakyat Bolmong Terus Berjalan

Pembahasan tata ruang menjadi bagian dari rangkaian persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Langagon.

Pemkab Bolmong sebelumnya telah melakukan sejumlah langkah, termasuk meninjau lokasi serta memastikan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung.

BACA JUGA
Pembahasan tata ruang ini berkaitan dengan pemeriksaan BPK Bolmong yang turut menyoroti penataan ruang dan kinerja PDAM di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama Wakil Bupati Dony Lumenta juga telah meninjau langsung lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunan sekolah tersebut.

Pemerintah daerah turut mengawal kebutuhan pendukung, antara lain akses jalan, air bersih, dan listrik.

Sekolah Rakyat Bolmong masuk dalam program Sekolah Rakyat Tahap III.

Sekolah itu direncanakan memiliki kapasitas awal 300 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

BACA JUGA
Di luar persiapan sekolah, Dony Lumenta membahas distribusi dan harga pupuk bersubsidi saat kunjungan kerja ke Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Utara.

Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kehadirannya diharapkan memperluas akses pendidikan serta memberi kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Lintas Perangkat Daerah Bahas Kesiapan Lokasi

Forum Penataan Ruang melibatkan sejumlah perangkat daerah dan unsur pemerintahan terkait.

Hadir Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Staf Ahli Bupati, serta perwakilan Dinas Pendidikan.

Selain itu, forum juga melibatkan perwakilan Dinas PTSP, BKD, Bagian Hukum, Kepala Bidang Sosial, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR, serta Sangadi Langagon.

Keterlibatan lintas sektor berkaitan dengan berbagai aspek yang perlu dipastikan sebelum pembangunan dilanjutkan.

Aspek tersebut mencakup tata ruang, lingkungan, pelayanan perizinan, hukum hingga kesiapan wilayah.

Melalui forum itu, setiap perangkat daerah dapat memberikan masukan sesuai kewenangannya untuk memperkuat perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat.

Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2027

Pemkab Bolmong sebelumnya menargetkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 2027.

Namun, sebelum memasuki tahapan lebih lanjut, berbagai persyaratan teknis dan administratif masih harus dipastikan terpenuhi.

Salah satunya ialah kepastian kesesuaian pemanfaatan ruang pada lokasi yang telah disiapkan.

Karena itu, Forum Penataan Ruang menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Langagon.

Pemkab Bolmong melalui koordinasi lintas perangkat daerah terus mendorong penyelesaian seluruh persyaratan sesuai ketentuan.

Langkah tersebut ditujukan agar pembangunan memiliki dasar perencanaan yang kuat serta berjalan sesuai regulasi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat di Desa Langagon diharapkan segera direalisasikan dan memberi manfaat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Bolaang Mongondow.

Pemerintah daerah juga berharap program tersebut dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.