Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta, S.Tr.T., menemui Manajemen Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Utara di Manado, Jumat (21/8/2026).

Kunjungan kerja tersebut membahas persoalan distribusi dan keterjangkauan pupuk bersubsidi yang dihadapi petani di Bolaang Mongondow.

Dony datang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Utara Enda Wulandari dan Assistant Accounting Mochammad Rois menerima rombongan tersebut.

Iklan

Pertemuan kemudian membahas tiga persoalan utama yang menjadi keluhan petani di lapangan.

Tiga Persoalan Distribusi Pupuk Dibahas

Persoalan pertama menyangkut lokasi kios yang dinilai terlalu jauh dari kawasan permukiman maupun areal persawahan. Kondisi tersebut membuat petani harus mengeluarkan biaya transportasi yang lebih tinggi.

Pembahasan kedua berkaitan dengan perbedaan harga pupuk. Petani disebut menerima harga yang tidak sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA
Nama Dony Lumenta turut terkait dengan Festival Seni Budaya Bolaang Mongondow 2026, yang menampilkan tari tradisional, busana adat, serta promosi UMKM.

Pemerataan kios juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Penambahan kios distributor dinilai perlu agar jalur penyaluran pupuk lebih dekat, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masing-masing wilayah.

Dony menegaskan bahwa ketersediaan pupuk yang terjangkau dan mudah diakses menjadi fondasi utama ketahanan pangan daerah.

“Oleh karena itu, pengawasan serta optimalisasi titik distribusi menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan bersama,” tegas Dony Lumenta.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Ir. Abdul Latif, M.Si. dan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bolaang Mongondow Harry Damopolii, S.Stp.