MANADO — Pemerintah Kota Manado menetapkan Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Manado untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga menyampaikan kebijakan tersebut setelah rapat koordinasi siaga darurat, Selasa, 11 Agustus 2026.
Status tersebut berlaku sejak 13 Juni hingga 13 Oktober 2026.
Pemkot mengambil langkah itu untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, kebakaran, dan gangguan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Sambuaga, peningkatan suhu permukaan laut Pasifik berkaitan dengan fenomena El Nino yang memengaruhi kondisi cuaca.
Karena itu, BPBD bersama perangkat daerah mulai memperkuat pencegahan dan deteksi dini.
Pemkot juga menyiapkan Pos Komando Siaga Darurat Bencana di Kantor Damkarmat Manado.
Selain pemerintah, berbagai unsur masyarakat akan terlibat dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang.
BPBD Perkuat Pencegahan dan Deteksi Dini
Penetapan Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Manado membuat pemerintah meningkatkan koordinasi antarlembaga.
BPBD telah menggelar rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan kebencanaan di Kota Manado.
Damkarmat Manado menjadi salah satu instansi yang terlibat langsung dalam kesiapsiagaan tersebut.
Selain itu, pemerintah akan bekerja sama dengan perangkat daerah lain sesuai kebutuhan penanganan.
Sambuaga mengatakan langkah pencegahan perlu berjalan sebelum dampak cuaca berkembang menjadi kondisi darurat.
Karena itu, pemerintah akan memantau kondisi masyarakat dan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Deteksi dini juga penting untuk mempercepat respons ketika muncul kekeringan atau kebakaran.
Terlebih, kondisi lahan kering dapat meningkatkan risiko api menjalar lebih cepat.
Menurut Sambuaga, informasi BMKG yang diterima pemerintah menunjukkan kondisi kemarau perlu mendapat perhatian serius.
Ia menyebut dampak fenomena tersebut berpotensi berlangsung lebih panjang hingga memasuki periode berikutnya.
Namun, Pemkot tetap menggunakan masa status siaga yang telah ditetapkan sampai 13 Oktober 2026.
Selama periode tersebut, pemerintah akan menyesuaikan langkah berdasarkan perkembangan kondisi lapangan.
Pos komando menjadi pusat koordinasi dalam Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Manado.
Petugas akan menghubungkan laporan masyarakat dengan kebutuhan penanganan dari instansi terkait.
Posko Damkarmat Libatkan Banyak Unsur
Pemkot memilih Kantor Damkarmat Manado sebagai lokasi Pos Komando Siaga Darurat Bencana.
Penempatan tersebut mendukung koordinasi karena risiko kebakaran meningkat selama musim kemarau.
BPBD dan Damkarmat akan bekerja bersama perangkat daerah lainnya.
Selain itu, pemerintah melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kebencanaan.
Pemerintah kecamatan serta kelurahan juga masuk dalam jaringan kesiapsiagaan.
Dengan demikian, laporan dari tingkat lingkungan dapat segera masuk kepada petugas terkait.
Sambuaga meminta seluruh masyarakat ikut mendukung Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Manado.
Warga diharapkan saling mengingatkan mengenai berbagai tindakan yang dapat memicu kebakaran.
Pembakaran sampah atau aktivitas dengan api terbuka membutuhkan perhatian lebih selama kondisi kering.
Selain itu, masyarakat perlu menjaga ketersediaan air dan melaporkan gangguan yang membutuhkan bantuan pemerintah.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena pemerintah tidak dapat mengawasi seluruh wilayah secara bersamaan.
Peran masyarakat dapat mempercepat penyampaian informasi ketika muncul kondisi berbahaya.
Bunaken, Manado Tua dan Siladen Jadi Perhatian
Kawasan kepulauan mendapat perhatian khusus dalam Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Manado.
Sambuaga menyebut Kecamatan Bunaken Kepulauan termasuk wilayah yang perlu mendapat antisipasi.
Pemkot menyiapkan pelayanan air bersih untuk masyarakat di kawasan kepulauan apabila kebutuhan meningkat.
Tiga wilayah yang disebut yakni Bunaken, Manado Tua, dan Siladen.
Langkah tersebut bertujuan menjaga akses masyarakat terhadap air selama musim kemarau.
Kondisi kepulauan membuat distribusi air membutuhkan kesiapan berbeda dibandingkan wilayah daratan.
Karena itu, pemerintah ingin menyiapkan skema pelayanan sebelum terjadi kekurangan yang lebih serius.
Koordinasi juga diperlukan untuk menentukan lokasi dan jumlah kebutuhan berdasarkan kondisi masing-masing pulau.
Selain masalah air, Pemkot memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.
Damkarmat Manado akan menyiapkan alat pemadam api ringan atau APAR di kantor-kantor kelurahan.
Ketersediaan APAR membantu penanganan awal ketika muncul api dalam skala kecil.
Namun, masyarakat tetap harus segera menghubungi petugas ketika api berpotensi berkembang.
Pemkot Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
BPBD berharap Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Manado dapat memperkuat kesiapan pemerintah dan masyarakat.
Pencegahan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko selama musim kemarau.
Pemkot juga meminta warga memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Terutama, material kering dan aktivitas pembakaran dapat meningkatkan potensi kebakaran.
Sementara itu, pemerintah akan terus mengawasi kebutuhan air bersih pada wilayah yang mengalami dampak kekeringan.
Pelayanan di kawasan kepulauan akan menjadi salah satu prioritas apabila kondisi membutuhkan intervensi.
Sambuaga berharap koordinasi semua unsur berlangsung selama status siaga berlaku.
Dengan kerja bersama, pemerintah ingin mengurangi dampak cuaca terhadap kehidupan masyarakat.
Pada akhirnya, Siaga Darurat Cuaca Ekstrem Manado menjadi langkah antisipasi menghadapi kemarau dan risiko turunannya.
Pemkot meminta masyarakat tetap waspada sekaligus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.