MANADO — Bupati Bolaang Mongondow Utara Dr. Sirajudin Lasena menghadiri pengukuhan Srikandi Jaga Desa Sulut di Aula Kantor Wali Kota Manado.
Kegiatan tersebut mengukuhkan pengurus DPD tingkat Provinsi Sulawesi Utara dan DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Kepengurusan baru tersebut akan menjalankan masa bakti 2026–2032.
Artikel Terkait
Dalam kiprahnya di luar penguatan tata kelola desa, Sirajudin Lasena juga menyalurkan bantuan banjir bandang Biau kepada warga terdampak di Gorontalo Utara.
Sirajudin menyampaikan apresiasi sekaligus selamat kepada seluruh pengurus yang menerima amanah organisasi.
Menurutnya, perempuan desa memiliki posisi penting dalam mendorong pembangunan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, Srikandi Jaga Desa Sulut diharapkan memperkuat partisipasi perempuan dalam tata kelola pemerintahan desa.
Artikel Terkait
Di tengah dorongan partisipasi perempuan dalam tata kelola desa, Bupati Sirajudin Lasena juga mengikuti langsung proses akreditasi RS Pratama Bintauna secara daring.
Organisasi tersebut merupakan sayap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional atau ABPEDNAS.
Anggotanya berasal dari kalangan perempuan desa yang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, organisasi memiliki perhatian terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan desa.
Sirajudin Lasena Dorong Perempuan Perkuat BPD
Sirajudin menilai perempuan dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan dan pengawasan pemerintahan desa.
Artikel Terkait
Selain mendorong peran perempuan dalam pembangunan desa, Sirajudin Lasena juga mengajak warga memakmurkan masjid melalui Subuh Keliling Boltara di Desa Tanjung Buaya.
Menurutnya, Srikandi Jaga Desa Sulut berpotensi menjadi penggerak untuk memperkuat fungsi Badan Permusyawaratan Desa.
BPD memiliki posisi penting dalam kehidupan pemerintahan desa bersama unsur pemerintahan dan masyarakat.
Karena itu, peningkatan partisipasi perempuan dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
“Saya yakin Srikandi Jaga Desa akan menjadi motor penggerak untuk menguatkan fungsi BPD,” ujar Sirajudin.
Ia juga berharap organisasi tersebut membantu mengawal penggunaan dana desa.
Selain itu, Sirajudin mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai proses pemerintahan di tingkat desa.
Partisipasi tersebut penting agar pembangunan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Kehadiran perempuan juga dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan keluarga di lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, proses pemberdayaan tidak hanya bergantung pada perangkat pemerintah.
Organisasi masyarakat dapat ikut membangun kesadaran mengenai pentingnya tata kelola yang terbuka.
Sementara itu, pengawasan dana desa membutuhkan partisipasi berbagai unsur agar penggunaannya memberikan manfaat optimal.
Sirajudin berharap kepengurusan baru dapat menjalankan peran tersebut secara konsisten.
Srikandi Jaga Desa Diharapkan Perkuat Transparansi
Srikandi Jaga Desa Sulut membawa misi yang berkaitan dengan transparansi, akuntabilitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Tiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan desa yang semakin baik.
Transparansi membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui arah kebijakan dan program pembangunan.
Selanjutnya, akuntabilitas mendorong setiap pengelolaan program memiliki tanggung jawab yang jelas.
Pemberdayaan masyarakat juga penting agar warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan.
Sebaliknya, masyarakat perlu memperoleh ruang untuk memberikan gagasan dan terlibat dalam kegiatan desa.
Perempuan dapat memainkan peran strategis dalam proses tersebut.
Mereka memiliki kedekatan dengan berbagai persoalan keluarga, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, Sirajudin melihat penguatan peran perempuan dapat memberi kontribusi terhadap pembangunan desa.
Srikandi Jaga Desa Sulut juga dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam organisasi dan pemerintahan.
Pengurus tingkat kabupaten dan kota memiliki peluang membangun jaringan hingga wilayah desa.
Selain itu, keberadaan struktur organisasi dapat membantu koordinasi program antardaerah.
Sirajudin berharap jaringan tersebut menghasilkan kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemkab Boltara Siap Bangun Sinergi
Bupati Boltara berharap kepengurusan baru mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Kolaborasi diperlukan untuk mendorong terbentuknya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan tanpa partisipasi masyarakat.
Karena itu, organisasi seperti Srikandi Jaga Desa Sulut dapat menjadi mitra dalam memperkuat pemberdayaan.
Kerja sama juga dapat diarahkan pada penguatan fungsi BPD dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Selain itu, pengawasan terhadap dana desa menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Kepengurusan masa bakti 2026–2032 memiliki waktu panjang untuk menyusun berbagai agenda organisasi.
Namun, program tersebut perlu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di tingkat desa.
Sirajudin berharap pengurus mampu menjaga semangat kerja bersama setelah proses pengukuhan selesai.
Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak berhenti pada pembentukan struktur kepengurusan.
Program konkret dapat menjadi ukuran kontribusi organisasi terhadap pembangunan Sulawesi Utara.
Sejumlah Kepala Daerah Hadiri Pengukuhan
Pengukuhan tersebut turut menghadirkan sejumlah unsur pemerintah, kejaksaan, dan organisasi.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menghadiri kegiatan bersama jajaran terkait.
Selain itu, Ketua Umum DPP ABPEDNAS dan Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa mengikuti agenda tersebut.
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara juga hadir dalam kegiatan pengukuhan.
Sejumlah bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara turut mengikuti kegiatan di Manado.
Kepala Kejaksaan Negeri dari berbagai wilayah Sulawesi Utara juga menghadiri agenda tersebut.
Kehadiran berbagai unsur menunjukkan dukungan terhadap penguatan tata kelola dan pemberdayaan masyarakat desa.
Pada akhirnya, Srikandi Jaga Desa Sulut diharapkan mampu menerjemahkan amanah organisasi menjadi aksi nyata.
Sirajudin Lasena menaruh harapan agar perempuan semakin aktif mengawal pembangunan dari tingkat desa.
Sinergi bersama pemerintah daerah kemudian diharapkan mendorong desa yang lebih mandiri, maju, transparan, dan sejahtera.