Waktu.news, Montpellier – Bintang tenis meja China, Sun Yingsha, kembali menunjukkan ketangguhannya setelah mengalahkan rekan senegaranya, Kuai Man, pada final tunggal putri WTT Champions Montpellier 2026 di Prancis.
Sun memastikan gelar juara melalui kemenangan 4-1 dengan skor 8-11, 11-7, 11-3, 11-9, dan 11-6.
Pertandingan yang berlangsung selama 38 menit tersebut mengantarkan Sun meraih gelar WTT Series ke-20 sepanjang kariernya.
Kemenangan di Montpellier juga menjadi gelar kesembilan Sun pada level WTT Champions.
Pencapaian ini terasa istimewa karena Sun harus menjalani semifinal yang menguras tenaga sebelum kembali bertanding di partai puncak dalam waktu kurang dari tiga jam.
Meski menghadapi tekanan fisik, mantan pemain nomor satu dunia itu mampu bangkit setelah kehilangan gim pembuka.
Kuai Man Menang Gim Pertama, Sun Yingsha Balikkan Keadaan
Pertemuan kedua pemain menjadi kelanjutan persaingan mereka setelah final US Smash 2026 yang juga dimenangkan Sun Yingsha.
Dalam pertandingan tersebut, Kuai Man sempat bangkit dari ketertinggalan 1-3 hingga memaksakan gim penentuan.
Menjelang final Montpellier, Sun tercatat unggul dalam rekor pertemuan WTT dengan memenangkan lima dari tujuh pertandingan melawan Kuai.
Namun, catatan tersebut tidak membuat Kuai tampil tertekan.
Pemain berusia 22 tahun yang menempati peringkat lima dunia itu justru mengawali pertandingan dengan agresif.
Gim pertama berlangsung ketat. Setelah kedua pemain berbagi poin dalam 12 angka awal, Kuai mulai mengambil kendali melalui permainan cepat dan reli-reli menyerang.
Kuai akhirnya mengamankan gim pembuka dengan skor 11-8.
Memasuki gim kedua, persaingan kembali berlangsung sengit. Kuai berusaha mempertahankan tekanan dengan mengarahkan bola ke berbagai sudut meja.
Sun kemudian meningkatkan tempo permainan dan berhasil menyamakan kedudukan setelah memenangkan gim kedua 11-7.
Momentum pertandingan mulai berubah pada gim ketiga.
Sun tampil lebih dominan melalui reaksi cepat dan pengembalian bola yang menyulitkan lawannya.
Hasilnya, Sun merebut gim ketiga dengan skor telak 11-3 sekaligus membalikkan keunggulan pertandingan menjadi 2-1.
Bangkit dari Ketertinggalan 4-8 pada Gim Keempat
Kuai Man belum menyerah meski kehilangan dua gim beruntun.
Pada gim keempat, ia kembali tampil agresif dan sempat unggul 8-4.
Keunggulan tersebut membuka peluang bagi Kuai untuk menyamakan skor pertandingan.
Namun, Sun menunjukkan ketenangan di bawah tekanan.
Ia perlahan mengejar ketertinggalan melalui serangan cepat hingga kedudukan menjadi 9-9.
Dalam momen krusial tersebut, Sun memenangkan dua poin berikutnya untuk mengamankan gim keempat dengan skor 11-9.
Hasil itu membuat Sun unggul 3-1 dan hanya membutuhkan satu gim tambahan untuk memastikan gelar.
Pada gim kelima, Kuai kembali mencoba memberikan perlawanan. Namun, Sun mampu menjaga momentum dan menutup pertandingan dengan kemenangan 11-6.
Dengan hasil tersebut, Sun Yingsha memastikan gelar WTT Champions Montpellier 2026 setelah memenangkan empat gim beruntun.
Sun Yingsha Akui Final Montpellier Menguras Tenaga
Kemenangan Sun Yingsha menjadi semakin berarti karena ia harus melewati pertandingan semifinal yang panjang pada hari yang sama.
Dalam semifinal tersebut, Sun sempat unggul 3-0 sebelum lawannya berhasil menyamakan kedudukan.
Pertandingan akhirnya berlangsung hingga tujuh gim dan berakhir dengan kemenangan Sun 4-3.
Kurang dari tiga jam setelah semifinal, Sun kembali tampil pada final tunggal putri menghadapi Kuai Man.
Sun mengakui bahwa jadwal pertandingan tersebut memberikan tekanan fisik yang cukup besar.
Menurutnya, hampir setiap gim dalam pertandingan semifinal berlangsung ketat hingga poin-poin penentuan.
Meski demikian, Sun berusaha menghadapi final dengan pendekatan yang lebih tenang.
Ia menyadari bahwa Kuai Man telah menunjukkan perkembangan kemampuan dan permainan yang semakin matang.
Karena keduanya sudah saling mengenal gaya bermain masing-masing, Sun memilih tampil lebih lepas tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri.
Pendekatan tersebut membantunya bangkit setelah kehilangan gim pembuka dan mempertahankan kendali permainan hingga pertandingan berakhir.
Gelar WTT Champions Kesembilan Sun Yingsha
Keberhasilan di Montpellier menambah koleksi gelar Sun Yingsha dalam kompetisi World Table Tennis.
Dengan kemenangan atas Kuai Man, Sun telah mengumpulkan 20 gelar WTT Series, termasuk sembilan gelar WTT Champions.
Sementara itu, Kuai Man masih harus menunda ambisinya meraih gelar WTT Champions pertama.
Pemain peringkat lima dunia tersebut sebelumnya telah mengoleksi lima gelar WTT Senior, tetapi belum berhasil memenangkan turnamen pada level WTT Champions.
Final Montpellier juga menjadi kekalahan keduanya dalam perebutan gelar WTT Champions sepanjang 2026, sebagaimana disebutkan dalam materi sumber.
Bagi Sun, keberhasilan kali ini memiliki arti tersendiri karena menjadi penampilan pertamanya dalam ajang WTT Champions yang diselenggarakan di Prancis.
Sun menyampaikan kegembiraannya setelah berhasil merebut gelar tersebut.
Ia juga menilai keberhasilan di Montpellier sebagai awal yang baik menjelang penyelenggaraan Piala Dunia Tunggal di Prancis pada tahun berikutnya.
Kemenangan ini kembali memperlihatkan kemampuan Sun Yingsha menjaga performa dalam pertandingan penting, bahkan setelah menghadapi jadwal kompetisi yang menuntut ketahanan fisik.
HASIL FINAL WTT CHAMPIONS MONTPELLIER 2026
Tunggal Putri: Sun Yingsha vs Kuai Man
Gim | Sun Yingsha | Kuai Man |
|---|---|---|
1 | 8 | 11 |
2 | 11 | 7 |
3 | 11 | 3 |
4 | 11 | 9 |
5 | 11 | 6 |
Hasil akhir | 4 | 1 |
Juara: Sun Yingsha (China)
Runner-up: Kuai Man (China)
Durasi pertandingan: 38 menit