Waktu.news, Manado – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menyiapkan 32 surveyor untuk mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 di lima kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Utara.

Keterlibatan Unsrat merupakan bagian dari kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dalam penyiapan serta perencanaan calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sebanyak 32 surveyor tersebut dijadwalkan melakukan survei selama hampir dua bulan, mulai November hingga Desember 2026.

Lima daerah yang menjadi sasaran kegiatan meliputi Kabupaten Minahasa, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara).

Melalui kegiatan tersebut, tim Unsrat akan mengumpulkan informasi untuk menilai kelayakan calon lokasi program KNMP yang direncanakan pada 2027.

BACA JUGA
Di luar survei KNMP, Unsrat juga memiliki kerja sama dengan Pemkab Boltim, sebagaimana dibahas dalam artikel tentang penguatan hubungan tersebut.

Program ini merupakan salah satu agenda strategis nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Tim Unsrat Dibekali Pedoman Survei KNMP 2027

Sekretaris Program KNMP Unsrat, Daisy M. Makapedua, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa tim surveyor telah mendapat pembekalan sebagai persiapan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Pembekalan berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula Manado pada 26–30 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim memperoleh pedoman dari Tenaga Ahli Satuan Tugas Perencanaan Kampung Nelayan Merah Putih 2027.

BACA JUGA
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara termasuk wilayah survei Unsrat, sementara pembukaan MTQ Ke-IX Bolaang Mongondow Utara 2026 berlangsung di daerah tersebut.

Pedoman itu menjadi acuan pelaksanaan survei untuk mendukung penilaian terhadap calon lokasi pembangunan.

Daisy menyampaikan bahwa Unsrat akan mengerahkan 32 surveyor ke lima kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Survei direncanakan berlangsung sepanjang November hingga Desember 2026.

Menurutnya, hasil kegiatan tersebut akan menjadi bahan penting dalam menentukan apakah suatu daerah memenuhi kelayakan sebagai lokasi pembangunan KNMP.

BACA JUGA
Selain menjadi salah satu wilayah survei KNMP, Kabupaten Bolaang Mongondow juga tercatat dalam data kasus cerai terbanyak Sulawesi Utara 2025.

Penjelasan itu disampaikan Daisy pada Jumat (30/10/2026).

Ia optimistis keterlibatan tim yang telah memperoleh pembekalan dapat mendukung proses penyiapan program di Sulawesi Utara.

Meski demikian, penetapan kelayakan lokasi masih bergantung pada hasil survei yang akan dilaksanakan.

Lima Daerah Sulut Menjadi Sasaran Survei Kampung Nelayan Merah Putih

Kegiatan survei KNMP 2027 melibatkan tim akademisi dan tenaga pendukung Unsrat dengan pembagian wilayah kerja.

BACA JUGA
Di luar lima wilayah survei tersebut, perkembangan program dapat dilihat melalui artikel tentang Program Kampung Nelayan Merah Putih di Boltim senilai Rp27,9 miliar.

Kelima daerah yang tercantum dalam rencana survei adalah:

Daerah

Koordinator

Kabupaten Minahasa

Dr. Erly Y. Kaligis, S.Pi., M.Si.

Kota Bitung

Ir. Jenki Pongoh, M.Si.

Kabupaten Bolaang Mongondow

Dr. Ir. Haryani Sambali, M.Sc.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Dr. Ir. Ari Rondonuwu, M.Sc., M.Si.

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Dr. Ir. James J. H. Paulus, M.Si.

BACA JUGA
Di wilayah lain, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Desa Tamit di Kabupaten Buol ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.

Dalam pelaksanaannya, setiap koordinator didukung anggota tim yang bertugas pada wilayah masing-masing.

Untuk Kabupaten Minahasa, tim juga melibatkan Calvyn F. Sondakh, S.Pi., M.Sc., Ph.D.

Sementara itu, wilayah Kota Bitung melibatkan Fransisco P. T. Pangalila, S.Pi., M.Si.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow, kegiatan didukung Prof. Dr. Ir. Medy Ompi, M.Sc., sedangkan di Bolaang Mongondow Selatan terdapat Dr. Ir. Florence V. Longdong, M.Si.

Adapun tim untuk Bolaang Mongondow Utara turut melibatkan Dr. Jardie A. Andaki, S.Pi., M.Si.

Pembagian wilayah tersebut menjadi bagian dari struktur pelaksanaan survei yang disiapkan Unsrat untuk mendukung perencanaan KNMP 2027.

Dekan FPIK Unsrat Pimpin Tim Program KNMP

Dalam pelaksanaan kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, tim Unsrat dipimpin Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr. Ir. Ockstan Jurike. Kalesaran, M.Sc., sebagai Manajer Program.

Daisy M. Makapedua, yang juga menjabat Wakil Dekan I Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, bertugas sebagai Sekretaris Program.

Sementara itu, Dr. Ir. Reiny A. Tumbol, M.App.Sc., yang menjabat Wakil Dekan II, dipercaya sebagai bendahara.

Posisi Team Leader diemban Heffry V. Dien, S.Pi., M.Si., Ph.D.

Selain unsur pimpinan dan tim survei, pelaksanaan program juga didukung tenaga administrasi.

Mereka terdiri atas Arman Thamrin, S.Pi., yang menangani administrasi laporan, Paula Bawole pada administrasi keuangan, serta Irene Lumintang pada administrasi lapangan.

Keterlibatan sejumlah dosen dan tenaga pendukung tersebut menjadi bagian dari kontribusi Unsrat dalam mendukung program pemerintah pusat melalui pemanfaatan sumber daya perguruan tinggi.

Heffry Dien Harapkan Dukungan Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Team Leader KNMP Unsrat, Heffry V. Dien, berharap pelaksanaan survei memperoleh dukungan dari berbagai pihak.

Dukungan tersebut terutama diharapkan datang dari pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait.

Menurut Heffry, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mendukung keberhasilan penyiapan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Ia berharap program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila nantinya direalisasikan di wilayah yang disurvei.

Heffry menilai realisasi program berpotensi membantu masyarakat setempat menuju kondisi yang lebih maju dan sejahtera.

Namun, harapan tersebut masih berkaitan dengan rencana pembangunan yang memerlukan tahapan penilaian kelayakan lokasi.

Melalui kerja sama ini, Unsrat tidak hanya berperan dalam pendidikan tinggi, tetapi juga terlibat dalam kegiatan lapangan yang mendukung perencanaan program nasional.

Hasil survei yang dijadwalkan berlangsung pada November–Desember 2026 diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027 di Sulawesi Utara. (Wa)