Truls Moregard kembali ke jalur kemenangan di WTT Series setelah menjuarai WTT Champions Macao 2026 Presented by Galaxy Entertainment Group.
Pemain Swedia itu mendominasi Hugo Calderano pada final tunggal putra dan menang 4-1 dengan skor 11-7, 11-9, 3-11, 11-8, 11-8.
Kemenangan tersebut memberi Moregard gelar keduanya di level WTT Champions.
Moregard langsung memberikan tekanan sejak gim pertama. Menghadapi Calderano yang juga mencapai final di arena yang sama tahun lalu, ia melesat unggul 6-2.
Keunggulan empat poin itu mampu dipertahankan Moregard hingga merebut gim pembuka 11-7.
“Saya merasa luar biasa. Ya, saya sedikit terkejut. Sebenarnya, semuanya dimulai dengan pertandingan yang sangat sulit dan terus berlanjut dengan begitu banyak pertarungan berat,” ujar Moregard.
Ia mengaku merasakan dampak rangkaian pertandingan tersebut secara fisik.
“Saya benar-benar merasakannya di tubuh saya sekarang. Saya merasakannya saat unggul 3-1. Saya berharap tidak terlalu banyak gim karena saya tidak tahu apakah tubuh saya sanggup,” katanya.
Moregard menilai perjalanan menuju gelar tersebut semakin berkesan karena ia menghadapi undian pertandingan yang sulit sepanjang turnamen.
“Saya bertarung sepanjang minggu. Mendapat undian yang benar-benar sulit. Itulah perasaan terbaik yang saya rasakan sekarang karena saya memenangkan turnamen ini dengan undian yang begitu sulit,” lanjutnya.
Moregard Bangkit di Gim Kedua
Pada gim kedua, Moregard sempat kesulitan menemukan ritme dan terus mengejar Calderano.
Namun, situasi berubah pada pengujung gim. Moregard bangkit dari ketertinggalan 8-9 dan merebut gim kedua 11-9 untuk memperbesar keunggulan.
Calderano merespons keras pada gim ketiga.
Pemain Brasil itu mendominasi Moregard dan menang 11-3. Hasil tersebut memperkecil ketertinggalannya menjadi 1-2.
Calderano sebelumnya memenangi ITTF Men’s World Cup di Macao pada 2025.
Moregard pun mengakui kualitas lawannya.
“Ya, dia [Hugo Calderano] benar-benar fantastis. Dia juga selalu bermain luar biasa di Macao. Maksud saya, dua final di Champions sekarang dan satu kemenangan World Cup benar-benar mengagumkan,” ujar Moregard.
Ia mengatakan telah mempersiapkan diri menghadapi pukulan-pukulan kuat Calderano.
Moregard juga menilai permainan servis dan penerimaannya selama turnamen membantu dirinya mengambil kendali pertandingan.
“Saya bisa mendapatkan keunggulan di sana dan lebih banyak menyerang. Dia terlihat tidak begitu nyaman sejak awal, menurut saya. Jadi saya sangat senang dengan cara kami menjalankan pertandingan dan taktik sebelumnya,” katanya.
Moregard Tutup Final dalam Lima Gim
Gim keempat berlangsung ketat. Kedua pemain masih berimbang setelah 16 poin.
Moregard kemudian mengambil momentum pada saat penting. Ia memanfaatkan game point pertama untuk menang 11-8 dan tinggal membutuhkan satu gim lagi untuk menjadi juara.
Momentum itu berlanjut pada gim kelima.
Juara WTT Champions Montpellier 2025 tersebut memenangi 12 dari 16 poin dan sempat unggul 4-2.
Calderano berusaha menghindari kekalahan dalam final WTT Champions ketiganya. Ia bahkan menyelamatkan dua championship point untuk menjaga peluang.
Namun, Moregard akhirnya menutup pertandingan 11-8.
Pemain berusia 24 tahun itu langsung menaruh kedua tangannya di kepala setelah memastikan kemenangan.
Hanya beberapa pekan sebelumnya, Moregard mengaku berada pada titik terendah setelah tersingkir pada babak pertama Europe Smash - Sweden 2026.
Kini, ia kembali meraih gelar.
“Kondisi mental saya lebih baik dari sebelumnya. Namun, tentu saja sulit setelah Europe Smash. Itu turnamen yang saya cintai, dan hasilnya jelas tidak berjalan baik,” kata Moregard.
Ia mengakui sempat mengalami masa sulit setelah turnamen tersebut.
Moregard kemudian menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang terus mendorongnya untuk percaya bahwa ia masih mampu memenangkan pertandingan.
“Saya benar-benar tidak berpikir bisa langsung kembali dan memenangkan gelar. Jadi saya sangat senang bisa kembali ke jalur yang benar,” ujar Moregard.