Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Abdullah Mokoginta, S.H., M.Si., menjadi narasumber utama dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Pemkab Bolmong Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung secara luring di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Abdullah membawakan materi bertajuk “Membangun ASN Berorientasi Pelayanan Publik”.

Iklan

Ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan komitmen ASN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut materi yang disampaikan, masyarakat datang bukan untuk meminta sesuatu kepada pribadi petugas. Masyarakat datang untuk memperoleh hak pelayanan dari pemerintah.

Karena itu, ASN diminta memberikan pelayanan dengan empati dan tidak sekadar memandang masyarakat sebagai nomor antrean.

BACA JUGA
Prinsip pelayanan berempati yang ditekankan Abdullah sejalan dengan pembekalan Yusra Alhabsyi kepada peserta Latsar CPNS Bolmong 2026 tentang adaptasi, inovasi, dan pelayanan masyarakat.

Lima Sikap Utama ASN dalam Pelayanan

Abdullah menjabarkan lima sikap utama yang perlu dipegang setiap ASN saat memberikan pelayanan.

Pertama, ramah, yakni menyapa dengan senyum, mendengarkan dengan baik, dan berbicara secara sopan.

Kedua, profesional, dengan memahami tugas, memberikan informasi yang benar, serta bekerja sesuai kewenangan.

Ketiga, adil, yakni memberikan pelayanan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan.

BACA JUGA
Dalam konteks pelayanan publik, program keringanan pajak kendaraan Sulawesi Utara 2026 mencakup pembebasan tunggakan PKB tertentu serta sejumlah denda perpajakan kendaraan.

Keempat, responsif, dengan sigap mendengarkan dan memberikan jalan keluar, bukan sekadar alasan.

Kelima, integritas, yaitu menggunakan kewenangan secara benar sebagai amanah tanpa kepentingan pribadi.

Peserta juga mendapat prinsip pelayanan praktis berupa “Sambut, Dengarkan, Pahami & Jelaskan, Bantu, dan Jaga Kepercayaan”.

Keluhan Masyarakat Jadi Bahan Perbaikan

Materi Latsar turut membahas pengelolaan keluhan masyarakat. Keluhan tidak semestinya dihindari, tetapi dipandang sebagai sumber informasi untuk evaluasi dan perbaikan sistem.

ASN juga didorong terus berinovasi dalam menciptakan pelayanan yang lebih cepat, mudah, pasti, dan berorientasi pada manfaat.

Pada bagian akhir materi, Abdullah menekankan bahwa keberhasilan ASN tidak hanya diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan.

Ukuran lainnya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dari pelayanan tersebut.

Komitmen itu menjadi bagian dari semangat “ASN Melayani, BOLMONG JUARA”.