Banjir bandang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.
Bencana tersebut mengakibatkan 12 rumah warga mengalami kerusakan berat. Sebanyak 50 rumah lainnya terendam material lumpur dan kayu.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase meninjau langsung lokasi terdampak bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam peninjauan tersebut, Erwin menginstruksikan penetapan status tanggap darurat agar dana Belanja Tak Terduga (BTT) dapat segera dicairkan.
Posko Induk dan Normalisasi Sungai Disiapkan
Erwin meminta posko induk segera didirikan sebagai pusat penerimaan dan penyaluran bantuan.
“Posko induk harus segera berdiri sebagai satu pintu penerimaan dan penyaluran bantuan. Saya minta Dinas PUPR memetakan lokasi dengan drone dan mengerahkan alat berat untuk normalisasi sungai, sementara tim mendata pengungsi serta kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita,” ujar Erwin.
Dinas PUPR juga diminta melakukan pemetaan lokasi menggunakan drone.
Alat berat akan dikerahkan untuk normalisasi sungai serta membersihkan tumpukan material kayu akibat banjir bandang.
Sementara itu, tim diminta mendata pengungsi dan kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, serta balita.
Personel dan Warga Dikerahkan untuk Pembersihan
Selain menggunakan alat berat, Pemkab Parigi Moutong menerjunkan bantuan personel Batalyon 873.
Personel tersebut bersama masyarakat setempat melakukan pembersihan material secara manual di lokasi terdampak.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyatakan akan terus hadir dalam penanganan bencana hingga aktivitas masyarakat kembali pulih.