Berita Boltim

Dinas Pertanian Boltim Abai, Proyek Swakelola Pintu Air Diduga Banyak Tak Sesuai Spek

Tutuyan, WAKTU.news – Sejumlah pembangunan pintu air untuk fasilitas pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, disinyalir tak sesuai spesifikasi.

Di antaranya, pintu air yang ada di persawahan Desa Buyat Selatan dan Buyat Tengah, Kecamatan Kotabunan.

Kegiatan Swakelola Tipe IV (empat) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus itu, dikerjakan oleh para kelompok tani dengan anggaran sekitar 31 juta rupiah per unitnya.

Sayangnya, seluruh proyek swakelola yang diketahui mulai dikerjakan pada Juli 2021 itu, baru bisa selesai di akhir Januari 2022.

Berdasarkan data yang diperoleh waktu.news, beberapa unit pintu air yang di kerjakan kelompok tani Karya Bersama dan Bobakan I (satu), diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan metode pelaksanaan serta spesifikasi teknis.

Pasalnya, dinding pintu air yang di kerjakan oleh kedua kelompok tani tersebut, tampak berdiri diatas bangunan drainase irigasi lama.

Ketua kelompok tani Karya Bersama, Ulpin Modeong, ketika dikonfirmasi malah mengatakan, alasan mereka mendirikan sebagian dinding pintu air di atas drainase milik Pemerintah Provinsi, berdasar pada petunjuk letak gambar dari Dinas Pertanian Kabupaten Boltim.

“Seharusnya Dinas datang lihat, dimana posisi titik koordinat. Karena di situ, mereka tunjuk hanya satu titik itu. Akhirnya ke dukung di drainase milik Provinsi,” kata Ulpin Modeong.

Proyek Swakelola Pintu Air

Lanjut Ulpin, kelompoknya justru menombok anggaran dengan volume pekerjaan sekitar 10 meter kubik, meskipun kondisi tersebut terjadi lantaran kekeliruan pihak dinas itu sendiri.

Selain itu, RAB pekerjaan pun dua kali dilakukan perubahan. Alasan Dinas Pertanian, karena satu titik unit pintu air saling dukung dengan drainase milik Provinsi.

“Tapi begitu keluar RAB kedua, panjang pekerjaan jadi tambah panjang. Kemudian terakhir lagi, ditambah lima meter setengah,” terangnya.

Meski demikian tambah Ulpin, pekerjaan pintu air yang dibangun oleh kelompoknya itu, menurut keterangannya dikerjakan sesuai gambar yang ada.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boltim, Mat Sunardi ketika ditemui mengungkapkan, pihaknya akan mengecek kembali sejumlah pembangunan pintu air yang disinyalir banyak terdapat kejanggalan tersebut.

“Nanti kita akan cek kembali, bersama tim. Jika terbukti, suruh bikin lagi,” jelas Mat Sunardi.

Sementara itu, hingga Senin (7/3/2022), tadi sore, Ketua Kelompok Tani Bobakan I, Yusup L, belum juga dapat dihubungi. Terinformasi, dirinya sedang berada dilokasi pertambangan.

Padahal, terdapat 2 unit pintu air yang dikerjakan Bobakan I, diduga kuat dibangun diatas drainase lama. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button