Sukseskan Pilkada Serentak, Rabu 27 November 2024

bLOG Waktu
Advertisement
Bolmut
Trending

Obyek Wisata Batu Pinagut Jadi Ajang Miras Di Bulan Suci Ramadan?

Advertisement

Waktu.news – Bulan suci Ramadhan di tengah Pandemi Covid -19, mengharuskan kita untuk mengisi dengan beribadah dan banyak memohon kepada ALLAH SWT agar Pandemi Covid – 19 segera berakhir. Lain yang diterjadi di cafe legend Kawasan wisata pantai batu pinagut, yang diduga dibuat pesta miras dan ditemukan beberapa diantaranya dari kalangan aparatur sipil negara.

Parahnya lagi menurut keterangan warga dan aparat desa setempat, terdapat sebuah mobil ambulans milik pemerintah daerah dan para ASN.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Bikers Subuhan Bolmong Utara sangat menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi. “Jangankan wisatawan domestik, para traveler dari luar daerahpun akan merasa gerah dan merasa tidak nyaman, apalagi warga sekitar atau Pemerintah Desa, karena Miras ini pangkal dari segala masalah,” ungkap Andi Monoarfa.

Kekecewaan Andi pun tertutur terhadap wisatawan yang melancong ke Obyek Wisata Batu Pinagut. masih ada saja wisatawan yang datang dengan membawa minuman keras (miras) apalagi di bulan suci Ramadhan,” ungkap andi.

Advertisement

“Kalau tujuannya untuk liburan atau wisata sah-sah saja meskipun di masa pendemi ini, Hanya saja membawa minuman keras di tempat wisata dan di bulan suci ramadhan apalagi pemilik cafe atau tempat kuliner mengizinkan, ini memang jelas-jelas merusak moral,” katanya.

Pihaknya berharapa kepada dinas pariwisata agar lebih selektif dan profesional dalam pengelolaan tempat wisata yang ada di bolmut, terutama tempat wisata andalan pemerintah yakni pantai batu pinagut, jangan hanya mengejar PAD saja.

“Kalau Ripparda dan peraturan daerah tentang ketertiban umum yang mengatur hal tersebut belum bisa bertindak atau belum disahkan, kan ada pemeritah desa yang mungkin mengatur tentang itu dalam perdes,” jelas Andi yang juga merupakan salah satu Guru di SMK Negeri Kaidipang.

Selain itu, dirinya mewakili Bikers Subuhan Bolmong Utara juga berterima kasih kepada pemerintah desa yang terus melakukan pengawasan dan pemantauan untuk kenyamanan warga desanya.

Advertisement

Ditambahkannya, berharap sangat kepada Dinas terkait untuk mengatur dan menertibkan Cafe dan rumah makan yang ada di pesisir pantai wisata batu pinagut untuk tidak menerima pengunjung yang membawa minuman keras, baik di bulan ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan, karena miras ini pangkal dari segala kejahatan,” pungkas ketua Bikers Subuhan Bolmong Utara.

Artikel Terkait: Wisata Pantai Batu Pinagut Menyimpan Bukti Peninggalan Sejarah

Apa Kata Kelompok Pemerhati Wisata MTMR Bolmut?

Salah satu kelompok Pecinta wisata lokal MTMR Bolmut juga sangat kecewa jika hal tersebut terjadi.

Pemanfaatan fungsi pintu masuk tidak maksimal dong kalau begitu. harusnya Malam itu ada yang piket. tapi yang terjadi sekarang ini, piket hanya sampai jam 6 sore dan tidak ada pemeriksaan pada pintu masuk. yang ada cuman penagihan uang karcis dan langsung masuk,” ungkap Ketua MTMR Bolmut, Lan Datukramat.

“Pada intinya, petugas pintu masuk harus lebih diperketat dan para petugas di bekali, agar profesional dan disiplin,” katanya.

MTMR sendiri lanjut Lan, selalu mendukung kegiatan pemerintah daerah untuk kemajuan pariwisata bolmut, bahkan kami selalu dan terus kampanyekan destinasi wisata dan lingkungan yang ada.

Kami berharap, semua dapat menjaga citra dari tempat wisata yang ada di bolmut bukan sebaliknya,” harapnya.

Advertisement

Berita Lainnya: Astaga, Bolmut Koleksi Perda Retribusi Izin Miras? Berikut Penjelasan Mereka

Ungkapan Warga dan Pemerintah Desa

Berbeda dengan mantan sangadi Robby Pakaya dan Beberapa Aparat desa Aktif Saat ini. Pemilik café ini sudah pernah di ingatkan waktu saya menjabat sebagai sangadi, karena karena ada laporan.

“Pihak desa dari bukan Ramadhan dan sampai Ramadhan terus melakukan pengawasan, baik itu di obyek wisata maupun kos-kosan atau tempat ramai lainnya yang masuk wilayah desa dengan melibatkan aparat terkait,” kata roby.

Intinya saling menghargai, apalagi orang yang melaksanakan ibadah puasa, ini di masjid sedang melantunkan ayat suci, tadarusan, tapi di pantai batu pinagut lagi ramai dengan minuman keras,” tuturnya.

Baca Juga: Batu Pinagut Semakin Hari Tambah “Ganteng”

Upaya Konfirmasi Kepada Pemilik Café Legend melalui Nomor 0853XXXXX360 sedang tidak aktif, namun dalam klarifikasi yang ditulisnya melalui media sosial, mengungkapkan bahwa:

“Selaku pemilik cafe legend mengklarifikasi bahwa, Memang betul ada masyarakat luar boroko yang datang membawa minuman jenis bir hitam, Bertepatan café saya dibuka sampai jam 3 (waktu sahur),” tulis Aryo.

Terkait soal mobil ambulans plat merah itu, mereka lagi menunggu makanan ayam geprek yang dipesan untuk sahur, dan untuk penyataan ini, saya siap bertanggungjawab,” tulis aryo dalam sosmed. (rhp)

Advertisement

Redaksi

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Waktu.news kemudian di publish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button