Dana untuk pengadaan dua puluh unit mesin pemotong rumput itu saja, kata Hamdan, berasal dari anggaran pengurangan jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD yang mereka geser pada APBDes Perubahan.
"Tahun 2020 lalu banyak yang kehilangan pekerjaan, seperti misalnya sopir dan para penambang, karena mereka tidak bisa keluar bekerja. Nah 2021 ini kan sudah dibolehkan, makanya kami kurangi dan hanya mengakomodir warga yang benar-benar terdampak COVID-19 saja," ulas Hamdan.
Ia juga menambahkan, komitmen dan kepedulian Pemdes Nuangan terhadap masyarakat bukan hanya alat pemotong rumput saja, mereka juga akan mengadakan sekitar sepuluh buah mesin sensor mini atau alat pemotong kayu dan enam buah tangki semprot rumput pada tahap III DD tahun 2021 ini.
Pengadaan alat mesin pertanian tersebut diperuntukkan sesuai kebutuhan, bukan keinginan dari masyarakat itu sendiri. Tujuannya, dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat khususnya dibidang pertanian.
"Sebab kalau hanya keinginan masyarakat, yang bakal terjadi bukan dipergunakan sebagaimana kebutuhan mereka, tapi bisa-bisa mereka jual," jelas Hamdan.
Pihak ketiga atau rekanan selaku penyedia yang ditunjuk pemerintah desa, juga ia tekankankan untuk mengedepankan kwalitas barang. Sebab, jika tidak sesuai dengan pesanan, maka pihaknya selaku pemesan tidak akan membayarnya.
"Karena ada juga kan yang hanya ingin mengejar keuntungan, tapi kwalitas barang jelek. Untuk itu, setiap pengadaan, kami baru akan membayarnya ketika barang sudah ada ditempat," tandasnya. (bs/aah)
Dana untuk pengadaan dua puluh unit mesin pemotong rumput itu saja, kata Hamdan, berasal dari anggaran pengurangan jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD yang mereka geser pada APBDes Perubahan.
"Tahun 2020 lalu banyak yang kehilangan pekerjaan, seperti misalnya sopir dan para penambang, karena mereka tidak bisa keluar bekerja. Nah 2021 ini kan sudah dibolehkan, makanya kami kurangi dan hanya mengakomodir warga yang benar-benar terdampak COVID-19 saja," ulas Hamdan.
Ia juga menambahkan, komitmen dan kepedulian Pemdes Nuangan terhadap masyarakat bukan hanya alat pemotong rumput saja, mereka juga akan mengadakan sekitar sepuluh buah mesin sensor mini atau alat pemotong kayu dan enam buah tangki semprot rumput pada tahap III DD tahun 2021 ini.
Pengadaan alat mesin pertanian tersebut diperuntukkan sesuai kebutuhan, bukan keinginan dari masyarakat itu sendiri. Tujuannya, dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat khususnya dibidang pertanian.
"Sebab kalau hanya keinginan masyarakat, yang bakal terjadi bukan dipergunakan sebagaimana kebutuhan mereka, tapi bisa-bisa mereka jual," jelas Hamdan.
Pihak ketiga atau rekanan selaku penyedia yang ditunjuk pemerintah desa, juga ia tekankankan untuk mengedepankan kwalitas barang. Sebab, jika tidak sesuai dengan pesanan, maka pihaknya selaku pemesan tidak akan membayarnya.
"Karena ada juga kan yang hanya ingin mengejar keuntungan, tapi kwalitas barang jelek. Untuk itu, setiap pengadaan, kami baru akan membayarnya ketika barang sudah ada ditempat," tandasnya. (bs/aah)
Dukung Jurnalisme Waktu.News
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai apresiasi terhadap karya jurnalistik Abdul Agus Heydemans.
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.