Berita Boltim

Keindahan Pantai Batu Itang, Bisa Jadi Objek Wisata Andalan Boltim

Desa Loyow di Bolaang Mongondow Timur Ternyata Menyimpan Keindahan Wisata Alam Paling Keren

Tutuyan, WAKTU.news – Pesisir pantai di Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memang populer dengan objek wisatanya. Diantaranya adalah pulau Laga, pantai Abadi dan pantai Batu Buaya di Desa Iyok.

Namun siapa sangka, di wilayah pesisir Nuangan lainnya ternyata memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan dan layak untuk dikunjungi.

Seperti potensi wisata yang ada di Desa Loyow. Hamparan pasir putih, tumpukan batu hitam dan pemandangan trumbu karang bawah laut yang eksotis, membuat keindahan pantai satu ini sungguh tak terbantahkan.

Warga setempat biasanya menyebut pantai ini dengan sebutan Batu Itang (hitam).

Selain keindahan alam pantai, potensi objek wisata ini juga menawarkan keunikan tersendiri. Di sekitar Pantai Batu Itang, rupanya terdapat dua genangan air tawar yang menyerupai danau.

Sayangnya, potensi wisata ini sepertinya luput dari perhatian pemerintah setempat. Padahal, jarak menuju pantai Batu Itang hanya membutuhkan waktu satu menit selepas jalan trans sulawesi lingkar selatan, batas desa antara Loyow dan Matabulu Timur.

Pantai Batu Itang
Danau besar di dekat objek wisata pantai Batu Itang Desa Loyow, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow (foto: waktu.news)

“Setiap pekan kami datang ke sini bersama teman-teman sekolah. Ada yang memancing, ada juga yang mandi,” kata seorang remaja perempuan, Nazila Mamonto, Minggu (3/7/2022), tiga hari lalu.

Baca juga; Wisata Pantai Batu Pinagut Menyimpan Bukti Peninggalan Sejarah

Alasan para remaja usia SMP ini lebih memilih Pantai Batu Itang daripada lokasi wisata lainnya, lantaran mereka tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu banyak.

“Soalnya pemandangannya juga keren. Pulau Laga saja keliatan dari sini, dan paling penting masuk ke sini gratis, tidak di pungut uang tiket,” ungkapnya sambil tertawa.

Diketahui, akses menuju pantai tersebut dapat ditempuh melalui jalur, laut dan jalur darat. Untuk jalur darat, saat ini baru bisa dilalui kendaraan roda dua. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button