Berita Boltim

Mengejutkan! Ada Kapal Pengeruk Pasir di Depan Jembatan Diving Center Kotabunan

Tutuyan, WAKTU.news – Tiga pimpinan kecamatan (Tripika) di Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mendadak datangi Kapal pengeruk pasir milik PT Aalam Persada Kencana, Jumat (11/3/2022) sore tadi.

Ketiga pimpinan itu adalah Camat Kotabunan Frida Manoppo, Kapolsek Kotabunan Kompol Kambey Martin Lasut dan Danramil 1303-05 Kotabunan, Peltu Junil Tehalu.

Kemunculan Tripika di kapal itu, menyusul adanya laporan warga atas kemunculan kapal pengeruk pasir milik APK di muara, belakang kantor diving center desa Kotabunan Selatan.

“Keluhan warga, dan harusnya kami bersama masyarakat. Nah, makanya saya bawah anak-anak KPA (Komunitas Pecinta Alam),” kata Frida Manoppo.

Warga menduga adanya aktivitas mencurigakan yang tengah dilakukan oleh kapal keruk pasir di muara tersebut. Namun, setelah didatangi, menurut keterangan pihak kapal, kata Frida, mereka hanya memperbaiki kapal keruk.

Disamping itu, APK juga ternyata diminta oleh Dinas Pariwisata Boltim agar dapat mengeruk sebagian pasir di depan jembatan diving center.

“Tapi disisi lain kapal itu terparkir, karena terdapat gigi pada alat pengeruk terlalu panjang, makanya sedang dikasih keluar sihingga bisa berjalan normal,” katanya.

Hal itu juga dikatakan Fredy Sumolang, Konsultan bagian Teknik PT APK. Pihaknya memang sedang mengurangi tiga blok mangkok pada alat pengeruk pasir, lantaran dianggap terlalu panjang.

Alasan mereka memasuki muara tepat di belakang kantor Diving Center, semata-mata hanya untuk memudahkan proses penurunan tiga mangkok atau ember pengerukan.

“Kan kalau ditengah laut susah mau kerja, harus cari yang dangkal. Kalau begitu, orang bisa berdiri,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, ada permintaan dari Dinas Pariwisata Boltim melalui Humas APK, agar dapat mengeruk pasir yang berada di depan jembatan diving center.

“Kebetulan ada disitu, kami akan bantu keruk gratis, bikin kanal. Permohonan Humas (APK), dari Pariwisata,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Boltim, Eko Marsdi, ketika dihubungi wartawan waktu.news juga menerangkan hal serupa. Keberadaan kapal tersebut, tujuan utamanya hanya untuk melakukan pemeliharaan perahu.

“Karena mereka ada disitu, jadi saya bilang tolong keruk ke arah laut. Karena mau di bikinkan jembatan ke arah laut,” jelasnya.

Alasan Eko, ingin menambah panjang jembatan tersebut, karena tidak ada jembatan diving center hanya sependek itu. Seharusnya sampai ke laut. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button