Berita Boltim

Pemdes Nuangan Kembali Menyalurkan BLT DD Tahap Satu 2022

Tutuyan, WAKTU.news – Pemerintah Desa Nuangan, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahun anggaran 2022.

Penyaluran BLT DD tahap satu ini dihadiri Camat Nuangan, Haslinda Kadengkang, Pendamping Desa Kecamatan Nuangan, Tirta Gaib, Pendamping Lokal Desa serta aparat desa setempat.

Camat Nuangan, Haslinda Kadengkang dalam sambutannya berharap, pemberian bantuan yang bersumber dari dana desa ini, dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Semoga uang BLT ini, dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,” kata Haslinda.

Haslinda juga menambahkan, saat ini pemerintah daerah menaruh perhatian lebih pada wilayah pendidikan.

Salah satu perhatian itu adalah program kesetaraan kejar paket A, B dan C, tanpa dipungut biaya sedikitpun.

“Bagi yang berminat silahkan mendaftar, gratis. Terus, dapat uang transport dalam setiap kali pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Nuangan,Tadjudin Mokoagow menerangkan, pemberian bantuan uang tunai sebesar Rp. 300.000 perbulan ini, diberikan kepada 75 Keluarga Penerima Manfaat.

“Uang 300 ribu rupiah yang kami berikan hari ini adalah BLT untuk bulan Mei. Semuanya ada 75 penerima,” kata Tadjudin, Selasa (7/6/2022), siang kemarin di balai desa Nuangan.

Sebelumnya, Pemdes Nuangan juga telah menyalurkan bantuan serupa pada 19 April 2022, menjelang hari raya idul fitri 1443 hijriah lalu sebanyak tiga bulan, yaitu Januari, Februari dan Maret.

“Dan setelah hari raya, kami juga menyalurkan BLT untuk bulan April,” jelasnya.

Pemdes Nuangan Menyalurkan BLT DD Tahap Satu 2022

Menariknya, penyaluran BLT kali ketiga ink, juga dirangkaikan dengan vaksinasi booster dari Puskesmas Nuangan.

Terpantau salah seorang remaja perempuan yang bukan merupakan penerima BLT, datang melakukan vaksinasi.

Remaja berusia 18 tahun itu, mengaku ingin melakukan vaksin ke tiga ini, lantaran pendaftaran di salah satu perguruan tinggi menurutnya, harus mengantongi bukti vaksin.

“Kasih masuk di kampus. Soalnya, mereka bilang harus di vaksin,” singkat Meli. (bs/aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button