Berita Boltim

Salah Satu Tenaga Ahli P3MD Boltim Sebut Ada Wartawan Minta Uang

Tutuyan, WAKTU.news – Salah satu Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Ridwan Araz, menyebut adanya wartawan yang meminta uang dengan cara mengancam.

Kalimat itu ia lontarkan disaat wartawan sedang mewawancarai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boltim, Hendra Tangel, Kamis (17/3/2022), kemarin.

Menurutnya, hal ini sering terjadi dan telah menjadi keluhan di desa-desa. Modus operandi mereka dengan cara mendatangi pemerintah desa, menanyai sejumlah kejanggalan ini dan itu, kemudian mengancam akan diberitakan.

“Cuma datang, dicap begini-begini pak, tidak ada berita, minta uang. Maaf ya, banyak contoh begini, terus terang saya sampaikan,” sebut Ridwan Araz dihadapan Kadis PMD Hendra Tangel, dan dua wartawan beserta sejumlah Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Boltim.

Meski ia tidak menyebut siapa wartawan dan kepala desa mana saja yang mengalami dugaan pemerasan itu. Namun, menurutnya, sebagai wartawan tidak seharusnya bertindak seperti layaknya auditor dari Inspektorat Daerah.

“Banyak, datang kemari mau mengancam, kenapa begini ini dia, padahal bukan ranahnya pers. Kan ada etikanya, maaf ini ya saya sampaikan. Inspektorat punya wewenang dia masuki. Tapi tidak ada beritanya,” ucap Ridwan.

Ridwan yang ketika dihubungi wartawan waktu.news, guna memperjelas identitas oknum wartawan dan desa mana saja sebagai mana ia ungkapkan itu, malah enggan menanggapi.

Dirinya hanya mengatakan, “Maaf saya tidak kenal anda,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Diketahui, pernyataan Ridwan Araz, keluar tepat disaat dua wartawan sedang mengkonfirmasi kabar beredar, bahwa Dinas PMD sedang mengatur media-media yang akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa.

Sayangnya, ia masuk dan langsung menyambung pembicaraan, hingga mengeluarkan kalimat dan menyinggung prilaku wartawan. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button