MANADO — Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie memimpin Sertijab Polda Sulut di Aula Mapolda, Senin, 10 Agustus 2026.
Upacara tersebut mencakup pergantian Direktur Reserse Narkoba dan Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kombes Pol Yandrie Philips Makaminan kini mengemban tugas baru sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut.
Artikel Terkait
Selain perubahan posisi tersebut, Polda Sulut juga memeriksa Revino Pepah terkait dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Sulut kepada Sinode GMIM.
Sebelumnya, Yandrie menjabat Kepala Bidang TIK Polda Sulawesi Utara.
Ia menggantikan Kombes Pol Arie Fadlani yang memperoleh promosi sebagai Dirresnarkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, Kombes Pol Djoko Ananto mengisi posisi Kabid TIK Polda Sulut.
Artikel Terkait
Perubahan jabatan di Polda Sulut sejalan dengan dinamika birokrasi daerah, termasuk pelantikan 97 pejabat dan ASN oleh Bupati Bolaang Mongondow Utara.
Djoko sebelumnya bertugas sebagai Auditor Kepolisian Madya Itwasda Polda Sumatera Barat.
Roycke menegaskan rotasi jabatan merupakan mekanisme normal dalam pembinaan karier personel Polri.
Selain itu, mutasi memberi kesempatan kepada personel untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan profesionalisme.
Kapolda berharap pejabat baru membawa energi serta semangat baru dalam menjalankan tugas kepolisian.
Artikel Terkait
Semangat baru dalam tugas kepolisian juga menjadi konteks bagi Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Sulawesi Utara yang mempertemukan KPK dan pemerintah daerah.
Rotasi Jabatan untuk Penyegaran Organisasi
Roycke menjelaskan Sertijab Polda Sulut merupakan bagian dari mekanisme tour of duty dan tour of area.
Polri menggunakan mekanisme tersebut untuk mengembangkan kemampuan personel melalui pengalaman tugas yang berbeda.
Menurut Kapolda, organisasi membutuhkan penyegaran agar setiap fungsi terus berkembang menghadapi tantangan baru.
Karena itu, mutasi tidak hanya berkaitan dengan perpindahan jabatan seseorang.
Rotasi juga menjadi bagian dari pembinaan dan penguatan kapasitas institusi kepolisian.
Pejabat baru harus cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja serta tanggung jawab yang mereka emban.
Selain itu, setiap pimpinan perlu memahami karakteristik persoalan keamanan di wilayah Sulawesi Utara.
Roycke meminta seluruh jajaran terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Polisi juga harus menjalankan fungsi perlindungan dan pengayoman secara profesional.
Dengan demikian, perubahan struktur dapat menghasilkan peningkatan kinerja organisasi secara langsung.
Perpindahan Yandrie dari Bidang TIK menuju Direktorat Reserse Narkoba turut mendapat perhatian Kapolda.
Roycke menilai rekam jejak serta kompetensi Yandrie mendukung tanggung jawab struktural tersebut.
Pengalaman sebelumnya di lingkungan kepolisian menjadi modal untuk menjalankan tugas baru.
Namun, jabatan Dirresnarkoba membawa tantangan berbeda karena berkaitan langsung dengan pemberantasan peredaran narkotika.
Karena itu, koordinasi internal dan kerja sama dengan masyarakat akan menjadi bagian penting.
Kapolda Targetkan Lingkungan Bebas Narkoba
Dalam Sertijab Polda Sulut, Roycke menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan narkoba di Sulawesi Utara.
Ia bahkan menyampaikan cita-cita menjadikan daerah tersebut bebas dari ancaman narkotika.
Target tersebut tidak hanya menyasar wilayah pada tingkat kelurahan.
Kapolda ingin gerakan pencegahan menjangkau lingkungan pemukiman masyarakat secara lebih kecil.
Selain kawasan tempat tinggal, sekolah juga menjadi salah satu ruang yang mendapat perhatian.
Tempat hiburan serta lingkungan universitas turut masuk dalam sasaran pencegahan.
“Saya punya cita-cita supaya Sulawesi Utara ini bebas dari narkoba,” tegas Roycke.
Ia ingin menciptakan lingkungan bebas narkoba hingga tingkat pemukiman, sekolah, tempat hiburan, dan universitas.
Langkah tersebut menuntut Direktorat Reserse Narkoba membangun strategi pencegahan sekaligus penindakan yang kuat.
Selain itu, edukasi masyarakat menjadi penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan sejak awal.
Keluarga dan lingkungan pendidikan juga memiliki peran besar dalam mencegah peredaran narkoba.
Karena itu, pendekatan pemberantasan membutuhkan keterlibatan lebih luas daripada aparat kepolisian saja.
Yandrie kini memegang tanggung jawab untuk menjalankan agenda tersebut bersama jajaran Ditresnarkoba Polda Sulut.
Kepemimpinan baru diharapkan memperkuat langkah kepolisian dalam mengatasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Pejabat Baru Diminta Tingkatkan Pelayanan
Kapolda berharap Sertijab Polda Sulut menghasilkan penyegaran nyata dalam pelaksanaan tugas.
Setiap pejabat baru perlu melanjutkan program yang berjalan sekaligus meningkatkan kekurangan yang masih ada.
Dirresnarkoba memiliki tanggung jawab besar dalam penegakan hukum dan pencegahan narkotika.
Sementara itu, Kabid TIK berperan menjaga dukungan teknologi serta komunikasi bagi operasional kepolisian.
Kedua bidang memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama mendukung pelayanan publik dan keamanan wilayah.
Perkembangan teknologi juga membuat fungsi TIK semakin penting dalam pekerjaan kepolisian modern.
Selain mendukung komunikasi, teknologi membantu pengelolaan informasi dan koordinasi antarunit.
Karena itu, Djoko Ananto menghadapi tanggung jawab menjaga dukungan teknologi tetap efektif.
Pada sisi lain, Yandrie harus memperkuat upaya pemberantasan narkoba sesuai arahan Kapolda.
Sinergi antarfungsi menjadi penting agar tugas kepolisian berjalan semakin cepat dan akurat.
Roycke berharap seluruh jajaran mendukung pejabat baru dalam menjalankan amanah masing-masing.
Kolaborasi internal akan membantu proses adaptasi serta menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, Sertijab Polda Sulut menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan penyegaran organisasi.
Kapolda juga menegaskan pemberantasan narkoba tetap menjadi salah satu perhatian penting di Sulawesi Utara.