BOLTARA – Kaidipang dinilai memiliki posisi penting dalam peta politik menjelang Pemilukada Bolaang Mongondow Utara 2013.
Bupati Bolmut Drs. Hamdan Datunsolang, M.M. (HD) menyampaikan pandangan tersebut saat konferensi pers di ruang kerjanya.
Menurut Hamdan, figur dari Kaidipang Besar perlu diperhitungkan dalam penyusunan pasangan calon bupati dan wakil bupati.
“Kaidipang ini sangat penting diperhitungkan untuk siapa saja menjadi calon papan satu harus mengambil calon papan dua dari Kaidipang Besar ini,” ujar Hamdan dalam materi sumber.
Pernyataan tersebut muncul di tengah menguatnya pembicaraan mengenai calon bupati dan wakil bupati periode 2013-2018.
Pertemuan Depri Pontoh dan Olly Dondokambey Ikut Disorot
Materi juga menyinggung pertemuan antara petinggi PDI Perjuangan pusat, Olly Dondokambey, dengan Wakil Bupati Drs. Depri Pontoh (DP) di Manado.
Dalam sumber disebutkan terdapat tawaran agar Depri menggunakan PDI Perjuangan sebagai kendaraan politik dalam kontestasi tersebut.
Dari perkembangan itu, materi kemudian menggambarkan kemungkinan Hamdan Datunsolang dan Depri Pontoh berada pada kubu berbeda dalam perebutan posisi kepala daerah.
Namun, bagian tersebut masih berupa gambaran politik dan informasi yang disebut dihimpun dari berbagai sumber, bukan keputusan pencalonan yang telah ditetapkan.
Depri disebut terus diwacanakan berpasangan dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Bolmut, Cristofel Popo Buhang, S.Sos., dalam paket DP-Top.
Sementara Hamdan disebut diwacanakan berpasangan dengan Suriansyah Korompot, S.H., dalam paket HD-Syah.
Hamdan: Pencalonan Tetap Melalui Mekanisme Partai
Saat ditanya mengenai aspirasi masyarakat terkait pasangan HD-Syah, Hamdan mengatakan tidak ingin tergesa-gesa mengambil sikap.
Ia menegaskan proses pencalonan harus tetap menghormati mekanisme partai politik.
“Yang berhak mencalonkan para kandidat itu adalah partai politik, sedangkan partai politik sendiri itu sendiri berkiblat pada hasil survey baik perebutan DB I H maupun DB 5 H,” terang Hamdan.
Hamdan juga menilai setiap tim kandidat masih memiliki pekerjaan besar untuk memperkuat dukungan.
“Baik tim HD maupun Syah harus bekerja keras untuk lebih meyakinkan, sehingga bisa menambah pundi-pundi yang sudah dimiliki sekarang ini,” ujarnya.
Pengamat Membaca Sinyal Pencalonan HD
Pengamat politik Bolmut, Djunaidi Harundja, menilai pernyataan Hamdan menjadi sinyal bahwa ia berpeluang kembali maju sebagai calon bupati periode 2013-2018.
Namun, Djunaidi juga mengakui pada saat itu Hamdan maupun Depri belum menyatakan sikap pencalonan secara resmi.
“Memang selama ini, baik HD paun DP belum ada yang menyatakan sikap namun dari berbagai pernyataan serta kerja-kerja tim dapat terlihat jelas, bahwa keduanya akan bertarung memperebutkan DB I H nanti,” tutur Djunaidi sebagaimana tercantum dalam materi.
Dengan demikian, dinamika yang berkembang saat itu masih berada pada tahap pembacaan arah politik, aspirasi, dan wacana pasangan calon.
Keputusan akhir pencalonan tetap disebut bergantung pada partai politik dan mekanisme yang berlaku.