GORONTALO – Hasil ubinan di areal pertanaman Kelompok Tani Subur, Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, menunjukkan produktivitas padi organik setara 12,6 ton gabah per hektare.
Pengukuran dilakukan langsung di lahan milik Poktan Subur dengan melibatkan petani, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petugas terkait.
Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh gambaran objektif mengenai produktivitas tanaman.
Hasilnya juga digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap penerapan teknologi budidaya padi organik yang dikembangkan kelompok tani tersebut.
Hasil Ubinan Jadi Gambaran Produktivitas
Capaian 12,6 ton gabah per hektare menjadi hasil yang menggembirakan bagi Poktan Subur.
Materi sumber menyebut produktivitas tersebut menunjukkan adanya potensi hasil tinggi dari budidaya padi organik apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
Pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman, serta perlindungan tanaman menjadi beberapa faktor yang mendapat perhatian.
Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (Balintan) DKPTPH Provinsi Gorontalo Abd Wahid Lahay menekankan bahwa hasil produksi tidak hanya ditentukan kesuburan tanah dan teknik budidaya.
Menurutnya, kemampuan petani menjaga tanaman dari organisme pengganggu tumbuhan juga menjadi bagian penting.
“Produktivitas yang tinggi harus dibarengi dengan tanaman yang sehat. Karena itu, perlindungan tanaman menjadi bagian penting dalam budidaya, termasuk pada pertanian organik. Pengamatan OPT harus dilakukan secara rutin agar setiap potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sejak dini,” ujar Abd Wahid Lahay, Sabtu (29/8/2026).
Pertanian Organik Perlu Dikelola Terpadu
Abd Wahid mengatakan penerapan pertanian organik perlu memperhatikan keseimbangan ekosistem lahan.
Pengelolaan kesuburan tanah, penggunaan bahan organik, pengamatan pertanaman, serta pengendalian OPT harus berjalan secara terpadu.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan produktivitas tanaman.
Ia juga mengapresiasi upaya Poktan Subur yang terus mengembangkan budidaya padi organik.
“Kami mengapresiasi Poktan Subur yang terus mengembangkan budidaya padi organik. Hasil ubinan ini menjadi bukti bahwa praktik pertanian yang ramah lingkungan juga dapat memberikan hasil yang menggembirakan. Sinergi petani dengan POPT dan petugas teknis perlu terus diperkuat,” tambahnya.