✨ Selamat Hari Raya Idul Fitrih 1445 H, Mohon Maaf Lahir & Bathin

bLOG Waktu
Advertisement
Boltim

Beredar Kabar SMA N 1 Tutuyan Pungut Uang Komite Rp 50 Ribu Per Bulan

Advertisement

Tutuyan, WAKTU.news – Dugaan pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan marak terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Salah satunya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tutuyan.

Informasi yang diperoleh waktu.news, beredar kabar bahwa SMA N 1 Tutuyan mengumpulkan uang Rp 50 ribu per bulan dari orang tua siswa.

Advertisement

Hal ini terungkap seiring adanya pemberitaan dugaan pungli berkedok sumbangan uang komite sekolah di SMA N 1 Kotabunan, 65 ribu rupiah per bulan.

Berdasarkan pengakuan warga, pungutan serupa juga terjadi di SMA 1 Tutuyan, namun nilainya masih terbilang rendah.

Advertisement

“Di SMA Tutuyan cuma 50 ribu rupiah per bulan, sedikit lebih murah,” kata seorang warga Tutuyan.

Kepala SMA 1 Tutuyan melalui penanggung jawab kurikulum Feky Charly Makalungse saat ditemui wartawan, membantah jika pihak sekolah meminta uang kepada para orang tua siswa per bulan.

Nominal Rp 50 ribu itu menurut Feky Charly Makalungse adalah hasil dari kesepakatan para orang tua siswa sendiri, dan tidak diwajibkan per bulan.

“Dana itu bentuknya sumbangan. Jadi namanya sumbangan, itu tidak wajib untuk sekolah harus tuntut,” jelasnya.

Advertisement

Feky juga menerangkan mengapa komite sekolah itu terbentuk. Alasannya karena SMA 1 Tutuyan masih memiliki banyak kekurangan dari segi infrastruktur seperti penataan halaman, pagar dan gapura.

Kata Feky, sepenelusuran mereka, di Boltim hanya tinggal SMA 1 Tutuyan yang tidak memiliki komite.

Pihak sekolah kemudian menawarkan kepada orang tua siswa, agar dapat berpartisipasi dalam rangka mendukung penataan sekolah.

“Jadi kami tawarkan. Waktu di rapat itu ada tiga hal yang kami sampaikan. Pagar, kemudian halaman sekolah dan gapura. Tapi kami bilang kalau boleh pagar saja dulu, dan disepakati oleh orang tua bahwa 50 ribu per orang, bukti videonya ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, Lucky Tompodung ketika dimintai tanggapan mengatakan, dirinya akan segera turun langsung ke sekolah.

Astaga! SMA N 1 Kotabunan Diduga Pungut Uang Komite 65 Ribu Rupiah Perbulan

“Hari Rabu saya turun langsung ke sekolah,” ungkapnya kepada waktu.news, Senin (29/8/2022).

Advertisement

Berdasarkan peraturan gubernur, untuk sumbangan komite kata Lucky Tompodung, memang sudah dibolehkan tetapi harus ada persetujuan dari orang tua siswa.

“Nanti saya liat dulu persetujuan mereka seperti apa, karena di aturan tidak boleh memaksa,” pungkasnya. (aah)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button