Desa Bukan Lagi Objek Data, Tetapi Pengelola Utama Informasi Wilayah
Bupati Sirajudin menegaskan bahwa program Desa Cantik mengubah peran desa secara fundamental. Desa tidak lagi sekadar menjadi objek pendataan, melainkan tampil sebagai subjek utama yang mengelola informasi wilayahnya sendiri. Perubahan paradigma ini, menurutnya, menjadi kunci agar bantuan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan."Desa harus mampu mengenali dirinya sendiri melalui data — siapa yang miskin, siapa yang membutuhkan bantuan, bagaimana kondisi stunting, dan bagaimana potensi yang bisa dikembangkan." — Dr. Sirajudin Lasena, Bupati Bolaang Mongondow UtaraSelain itu, Sirajudin mengaitkan program ini langsung dengan arah Asta Cita Presiden yang mendorong pembangunan dari bawah berbasis tata kelola data. Desa yang menguasai data, tegasnya, menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang lebih maju. Program ini pun sejalan dengan upaya nasional memangkas bantuan yang salah sasaran dan program yang tidak tepat guna.
"Kalau desa punya data yang kuat, maka tidak akan ada lagi bantuan yang salah sasaran. Tidak akan ada lagi program yang tidak tepat. Inilah yang kita kejar — pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat." — Dr. Sirajudin Lasena, Bupati Bolaang Mongondow Utara
Pelaku Usaha Diminta Terbuka dalam Sensus Ekonomi 2026
Bupati Sirajudin juga mengajak seluruh pelaku usaha di Boltara berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah dan nasional. Kerahasiaan data setiap pelaku usaha, tegasnya, dijamin penuh oleh undang-undang."Jangan ragu, jangan takut, dan jangan menutup diri. Berikan data yang benar, karena data tersebut akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kebijakan yang bermanfaat." — Dr. Sirajudin Lasena, Bupati Bolaang Mongondow UtaraSensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret seluruh aktivitas usaha secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia. Data yang terkumpul nantinya menjadi rujukan utama pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat sasaran. Keterbukaan pelaku usaha, karenanya, menentukan kualitas hasil sensus ini.
Tiga Desa Terima Piagam Desa Cantik Pertama di Boltara
Puncak acara berlangsung saat Bupati Sirajudin dan Kepala BPS Boltara bersama-sama menandatangani dan menyerahkan piagam Desa Cantik 2026. Tiga desa di Kecamatan Kaidipang resmi menyandang predikat desa berbasis data pertama di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.- Boroko Utara Penerima Piagam Desa Cantik 2026
- Inomunga Penerima Piagam Desa Cantik 2026
- Bigo Penerima Piagam Desa Cantik 2026
Turut hadir: Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan • Asisten III Bidang Administrasi Umum • Kepala BPS Kab. Bolaang Mongondow Utara • Sekretaris DMI Boltara • Pimpinan OPD • Camat Kaidipang • Para Sangadi Se-Kec. Kaidipang