Berita Boltim

Cegah Stunting, Pemdes Loyow Gelar Pelatihan Konvergensi Pengisian Data Scorecard

Tutuyan – Pemerintah Desa Loyow, menggelar kegiatan Pelatihan Konvergensi Stunting Pengisian Data Scorecard, Jumat (18/6/2021), kemarin.

Pelatihan yang diikuti oleh sejumlah Kader Pemberdayaan Masyarakat dan Kader Posyandu ini dilakukan untuk mempertajam pengetahuan mengenai penanganan serta konvergensi pencegahan stunting.

Menurut TPP P3MD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sutrisno Mokoginta, selain mempertajam pengetahuan, para KPM dan Kader Posyandu diharapkan dapat menguasai teknis pendataan yang dilakukan secara manual, melalui pengisian kuesioner.

Pasalnya, tahun 2022 mendatang, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur akan menjadi lokus oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsi, untuk penanganan dan pencegahan stunting.

“Sehingga, dilakukanlah pelatihan disetiap desa-desa. Sasaran itu, KPM dan kader Posyandu,” ucap Sutrisno Mokoginta, usai memberikan materi.

Dijelaskannya, scorecard merupakan metode pengukuran hasil kerja yang digunakan sebagai media untuk mengukur dan memantau berbagai penyebab stunting, mulai dari identifikasi sasaran, pemberian pelayanan, sampai intervensi anggaran.

“Hasil analisis data scorecard akan menjadi dasar intervensi anggaran, terkait pencegahan stunting di desa melalui rembug stunting,” jelas Sutrisno.

Senada dengan itu, Kepala Desa Loyow, Tarji B Mokoagow, menyampaikan, masalah stunting sudah menjadi hal yang selalu diperbincangkan bahkan dikeluhkan masyarakat. Karena stunting adalah masalah kronis pada balita yang disebabkan oleh asupan gizi dan itu terjadi sejak dalam kandungan. Maka, pemerintah desa akan memberikan perhatian khusus melalui program.

“Nantinya, hasil dari pendataan oleh KPM dan Kader Posyandu nanti, akan menjadi dasar kami bersama BPD untuk mendanai program yang berkaitan dengan pencegahan stunting,” kata Tarji B Mokoagow

Lanjutnya, melalui penanganan masalah stunting ini, Ia berharap Desa Loyow dapat menjadi barometer keberhasilan dan menjadi kiblat bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Nuangan.

“Karena ini juga sudah menjadi agenda Nasional, Harahapan saya, terkait penanganan stunting ini, desa Loyow akan menjadi kiblat keberhasilan penuntasan masalah Stunting,” harap Tarji.

Selain mengapresiasi para KPM dan Kader Posyandu yang telah mengikuti pelatihan sampai akhir kegiatan. Ia juga mengucapkan terima kasih kasih kepada Dinas PMD dan TPP P3MD yang telah mendampingi secara langsung hingga pelaksanaan pelatihan selesai.

“Sebagai kepala desa, saya berterima kasih kepada Dinas PMD dan P3MD. Semoga kegiatan pelatihan ini, akan membawa manfaat masyarakat Loyow,” tutup Tarji. (bs/aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button