MINAHASA TENGGARA – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara mulai menangani ancaman kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian di wilayah tersebut.

Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli turun langsung meninjau areal persawahan Pelaladan, Desa Ranoketang Atas, Kecamatan Touluaan, Rabu (9/9/2026).

Kunjungan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air sekaligus melihat kondisi tanaman padi yang mulai terdampak kekeringan.

Ronald tidak hanya meninjau persawahan. Ia juga ikut melakukan penyiraman ke lahan pertanian bersama jajaran Dinas Pertanian, Satpol PP, dan sejumlah instansi terkait.

Pemkab Mitra menilai kekurangan air perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi petani, termasuk risiko gagal panen.

BACA JUGA
Selain penanganan kekeringan, Ronald Kandoli juga melantik 63 pejabat Minahasa Tenggara pada Jumat (10/4/2026), dengan penekanan bahwa jabatan adalah amanah.

Ronald menekankan bahwa penanganan kekeringan tidak boleh hanya berlangsung saat kunjungan pemerintah.

“Upaya penyelamatan lahan pertanian ini tidak boleh menjadi agenda ceremonial, melainkan harus dilakukan secara konsisten dan terus-menerus selama musim kering berlangsung,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan menempuh berbagai langkah untuk meminimalkan potensi kerugian petani akibat kekurangan air.

“Pemerintah harus hadir memberikan solusi di masa-masa sulit seperti ini,” katanya.

BACA JUGA
Selain menangani kekeringan, Pemkab Mitra juga menggelar Mitra Fun Run 2026 pada 8 Mei di Pantai Lakban Ratatotok dalam rangkaian HUT Minahasa Tenggara ke-19.

Dinas Pertanian Diminta Bangun Embung

Selain penanganan jangka pendek, Pemkab Mitra menyiapkan langkah untuk memperkuat ketersediaan air bagi sektor pertanian.

Ronald meminta Dinas Pertanian segera membangun infrastruktur konservasi air, salah satunya berupa embung.

Embung tersebut diproyeksikan menjadi tempat penampungan cadangan air yang dapat digunakan ketika debit sungai menurun.

“Fasilitas penampungan air ini nantinya akan berfungsi sebagai cadangan pasokan air yang dapat dialirkan sewaktu-waktu ke lahan persawahan saat debit air sungai mulai menyusut,” ungkapnya.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pertanian Minahasa Tenggara dalam menghadapi periode kemarau dan perubahan kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu ketersediaan air.

Pemkab Mitra juga menyatakan pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian akan terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Dalam kunjungan tersebut, Ronald didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra M Irwan Abdjulu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Phebe Punuindoong, serta Kepala Dinas Pertanian Vecky Monigir.