Opini

Mimpi Amin Lasena Punya Bolmut Islamic Center

Oleh: Kamarudin

Sekitar akhir tahun 2019 sampai dengan awal tahun 2020, kunjungan Gubernur Sulut Olly Dondokambey di bumi Bolaangmongondow Utara terlaksana.

Kunjungan yang seharusnya menjadi kunjungan biasa untuk pimpinan tertinggi provinsi ke Daerah-daerahnya ini, berubah menjadi kunjungan berpeluang untuk Amin Lasena.

Pada saat itu, Gubernur kebetulan sedang menggunakan Helikopter dalam perjalanan dari Manado ke Boroko. Alhasil, lapangan kembar Kebanggaan rakyat boroko disulap sementara menjadi Helipad, sebagai sarana pendaratan kenderaan terbang Gubernur.

Amin pagi itu mengenakan pakaian putih yang ternyata selaras dengan pakaian Gubernur, bertugas sebagai pempimpin daerah yang menyambut kedatangan pimpinan-nya.

“Bagaimana penerbangannya pak? Butuh waktu berapa lama untuk terbang dari Manado kesini?” Kalimat hangat diawali oleh Amin ketika pak gubernur menginjakan kaki pertamanya di lapangan hijau yang indah alun-alun ibu kota kabupaten.

“Sangat baik min, sekitar 30-45 menitanlah kalau tidak salah” jawab Gubernur dengan ramah kepada sejawat yang juga bawahannya di struktural pemerintahan dan partai yang sama.

“Alhamdulillah, puji Tuhan syukurlah pak. Mari pak, mobil dinas sudah siap di depan masjid Raya sebelah lapangan” ciri khas Amin Lasena memang, tidak ingin bertele-tele tapi juga ingin menyisipkan tujuan yg menurutnya hari itu memiliki kesempatannya.

“Oh, itu masjid raya Bolmut min?” Pak gubernur Sambil menunjuk bangunan putih megah dengan lapangan parkir yang lapang. “Iya pak, baru selesai beberapa tahun yang lalu. Itu sebelahnya yg di depan jalan utama, bangunan masjid Raya sebelumnya pak.” balas Amin, sambil menunjuk bangunan yang cukup tua tidak jauh dari bangunan baru yang ada.

“Wah, jadi bangunannya masjid raya yang sebelumnya sudah tidak terpakai lagi min?” Tanya pak gubernur, “untuk saat ini belum pak. Tapi saya punya mimpi ingin membangun kompleks Islamic Center diantara dua bangunan masjid Raya Ini pak. Kira-kira seperti Masjid raya Ahmad yani Manado begitulah pak.” Seraya tertawa.

Itu dia, peluang yang dimaksud! Masjid Raya Bolmut di Boroko punya cerita personal sendiri untuk Amin Lasena. Bagaimana tidak? Almarhum Ayahandanya merupakan salah satu Imam yang dihormati di kalangan jamaah masjid ini.

Wajar jika Amin bermimpi alih-alih membongkar bangunan masjid tua, dia ingin membangun pusat pengetahuan dan dakwah Islam di bangunan masjid Raya sebelumnya. Menurutnya, sangat penting memanfaatkan sesuatu yang sudah ada ketimbang harus menghentikan atau bahkan merusaknya yang cenderung berasa Mubadzir untuk penggunaannya.

“Oh ya? Ide yang bagus itu min, coba ngana bikin proposal Perencanaannya. Nanti bawa ke saya di Provinisi, saya bantu mewujudkannya dengan anggaran Provinisi saja.”

Yess! Tepat sasaran, itu yang ada di kepala Amin Lasena waktu itu. Tentu, tidak bisa dia berekspresi layaknya apa yang dia pikirkan, sangat penting menjaga marwahnya di depan orang yang dihormatinya ini.

Maka cerita pendek ini pun berlanjut sampai hari ini ketika tulisan ini dibuat, alat-alat berat, material bangunan nampak sudah terparkir di lapangan Masjid Raya Jumat tadi.

Beberapa orang mengetahui informasi yang lain, seperti Aprril 2021 Amin Lasena pun melakukan konsultasi di dinas PU provinsi setelah merampungkan rancangan Islamic Center yang dia impikan, hingga selang beberapa hari setelah konsultasi di bulan yang sama, pihak dinas PU langsung turun melakukan survey lokasi yang ada.

Kini, dari obrolan dua pimpinan daerah sederhana yang terjadi waktu kunjungan itu mulai terlihat bukti nyata dari inovasi yang diinginkan Amin Lasena.

Redaksi Waktu

Berita yang masuk di Email, Whatapps dan Telegram Redaksi akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Waktu.news kemudian di publish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button