Berita Boltim

Oknum Petugas PLN Minta Rp 1,9 Juta Pasang Listrik Baru

Tutuyan, WAKTU.news – Salah seorang warga Desa Tutuyan II, Kabupaten Bolang Mongondow Timur, Danial Paputungan diduga menjadi korban penipuan oknum petugas PT PLN.

Ia dimintai uang tunai sebesar Rp 1,9 juta untuk biaya pasang listrik baru di tempat usaha salon rumahan miliknya.

Sialnya, sudah lebih dari 9 bulan sejak uang itu diberikan, permohonan pemasangan sambungan aliran listrik yang dia ajukan pada November 2021, tak kunjung ada realisasinya.

Berdasarkan pengakuan Danial Paputungan, awalnya ia menanyakan bagaimana cara mengajukan permohonan pemasangan listrik baru 450 VA.

Namun jawaban dari salah satu petugas pelayanan teknis PT PLN di Kotabunan, katanya syarat untuk mendapatkan daya listrik sekecil itu adalah warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.

“Aduh! Saya bilang, saya tidak pernah menerima Bansos, biar saja kalau begitu yang 900 saja,” katanya kepada waktu.news, Kamis (4/8/2022), dua hari lalu.

Danial mengungkapkan, sebenarnya petugas PLN inisial F alias Fen tersebut mematok harga pemasangan listrik 900 VA sebesar Rp 2 juta. Setelah tawar menawar, biaya menjadi 1,9 juta rupiah.

Lanjut Danial, F alias Fen kemudian memasang boks meteran listrik salon milik Danial Paputungan pada 15 Desember 2021. Sayangnya tidak berjalan lama, sambungan listrik pun akhirnya dicopot kembali.

Part 3, Kejari Bolmut Kembali Tetapkan Tersangka Baru Kasus Listrik Multiguna PLN

“Setelah saya konfirmasi ke pak Salam (di PLN Modayag), ternyata cuma 1,2 juta. Dan yang disetor Fen ke pak S hanya 1,1 juta, sedangkan yang saya kasih ke dia lebih dari itu,” ungkap Danial.

Danial juga menyayangkan sikap salah satu petugas PLN Modayag, terkesan tidak proporsional. Seharusnya, S segera memberitahukan kepada Fen mengenai adanya kekurangan biaya administrasi yang diterimanya.

“Saya merasa sudah dirugikan, rentan waktu begitu panjang, meteran sementara sudah di copot, usaha tidak jalan,” tambahnya.

Sementara itu, F alias Fen saat dihubungi wartawan menjelaskan keterlambatan pemasangan listrik atas nama Danial Paputungan, bisa jadi karena S belum sempat menyetor BP ke kantor PLN Modayag.

“Jadi, teman di Modayag mungkin belum sempat setor BP, makanya sampai terlambat itu meteran keluar,” kata Fen

Fen tak membantah ketika ditanya apakah dirinya menerima uang dari Danial Paputungan. Meski begitu, Ia berjanji minggu ini meteran akan segera ada.

Fen juga mengungkapkan bahwa uang Rp 1,9 Juta yang diterimanya sudah termasuk biaya instalasi listrik.

“Dan setahu saya biaya pemasangan itu satu juta seratus,” jelasnya.

PLN Kotamobagu Buka Suara, Pendirian Tiang Listrik di Boltim Telah Mendapat Izin Bupati

Di tempat terpisah, S ketika dikonfirmasi mengatakan, jumlah uang yang ia terima dari Fen kurang. Jika terus didesak, S mengaku akan segera mengembalikan uang tersebut sesuai jumlah semula.

“Jadi kalu terdesak saya akan balikin ke F. kalau daya 900 itu Rp 1,2 juta diluar instalasi. yang ada di saya hanya satu juta seratus,” pungkasnya. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button