Waktu.news, Frankfurt – Petenis meja Jerman, Patrick Franziska, menciptakan kejutan di WTT Champions Frankfurt 2026 setelah menumbangkan Sora Matsushima, pemain yang disebut menempati peringkat satu dunia, pada Sabtu (7/11/2026) malam waktu setempat.
Bermain di hadapan pendukung tuan rumah, Franziska menang melalui pertarungan enam gim dengan skor 9-11, 13-11, 11-8, 11-7, 10-12, dan 12-10.
Kemenangan 4-2 tersebut mengantarkan Franziska ke semifinal WTT Champions untuk pekan kedua secara beruntun.
Hasil ini sekaligus menjadi kebangkitan bagi pemain berusia 34 tahun tersebut setelah mengalami kekalahan menyakitkan pada final WTT Champions Montpellier 2026 sepekan sebelumnya.
Saat itu, Franziska gagal mempertahankan keunggulan 3-1 dan harus menyerah kepada Jang Woojin.
Kini, mantan pemain peringkat delapan dunia tersebut kembali menunjukkan kemampuannya bersaing dengan pemain papan atas dalam turnamen yang berlangsung di negaranya sendiri.
Patrick Franziska Bangkit dan Menangi Duel Sengit
Pertandingan melawan Matsushima tidak berlangsung mudah bagi Franziska.
Pada gim pertama, pemain Jerman itu sempat memimpin 6-1. Namun, keunggulannya berbalik dan Matsushima merebut gim pembuka dengan skor 11-9.
Franziska kemudian menghadapi tekanan pada gim kedua. Ia bahkan berada dalam situasi kritis ketika lawannya memperoleh kesempatan menutup gim.
Meski demikian, Franziska berhasil menyelamatkan game point dan merebut gim kedua dengan skor 13-11.
Keberhasilan tersebut menjadi titik balik pertandingan.
Franziska mulai tampil lebih percaya diri, membangun serangan, dan memenangi sejumlah reli penting di hadapan penonton tuan rumah.
Salah satu aksinya yang mencuri perhatian adalah pukulan yang melewati sisi luar net sebelum bola masuk ke bidang permainan lawan.
Permainan agresif tersebut membawanya memenangkan gim ketiga 11-8 dan gim keempat 11-7 untuk unggul 3-1.
Namun, Matsushima belum menyerah.
Pada gim kelima, Franziska sempat menyelamatkan tiga game point ketika tertinggal 7-10 hingga kedudukan menjadi 10-10.
Tim Matsushima kemudian meminta waktu istirahat atau timeout. Setelah pertandingan berlanjut, pemain Jepang itu berhasil merebut gim dengan skor 12-10 dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.
Pertarungan berlanjut ke gim keenam yang berlangsung ketat.
Kedua pemain silih berganti memenangkan reli hingga skor mencapai 9-9. Franziska sempat mendapatkan kesempatan mengakhiri pertandingan, tetapi Matsushima berhasil menggagalkannya.
Kesempatan berikutnya tidak disia-siakan Franziska.
Ia akhirnya menutup gim keenam dengan skor 12-10 sekaligus memastikan kemenangan 4-2.
Franziska langsung menjatuhkan diri ke lantai setelah mengamankan poin penentu. Sorak pendukung di Süwag Energie Arena mengiringi keberhasilannya melaju ke semifinal.
Sabine Winter Singkirkan Chen Yi Empat Gim Langsung
Kemenangan tuan rumah tidak hanya datang dari sektor putra.
Sabine Winter juga tampil mengesankan setelah mengalahkan unggulan kedelapan, Chen Yi, melalui empat gim langsung dengan skor 11-3, 12-10, 11-7, dan 11-8.
Kemenangan tersebut mengantarkan Winter ke semifinal WTT Champions Frankfurt 2026.
Hasil ini menjadi salah satu penampilan penting dalam karier Winter, terutama setelah performanya tidak konsisten sepanjang musim.
Winter sebelumnya sempat menembus jajaran 10 besar dunia dan mencapai peringkat tertinggi sepanjang kariernya, yakni nomor delapan pada Juli 2026.
Namun, ia tersingkir pada babak pertama United States Smash 2026. Dalam turnamen WTT Series lainnya, Winter juga belum berhasil melewati babak 16 besar.
Penampilan di Frankfurt menunjukkan peningkatan signifikan.
Menghadapi Chen Yi, Winter langsung mendominasi gim pertama dengan memimpin 9-1 sebelum menutupnya 11-3.
Gim kedua berlangsung lebih ketat. Chen sempat
bangkit dari ketertinggalan 6-8 dan menciptakan dua kesempatan untuk memenangkan gim.
Winter berhasil menggagalkan kedua peluang tersebut dengan memanfaatkan penggunaan karet bet anti-spin.
Ia kemudian merebut gim kedua dengan skor 12-10.
Dominasi Winter berlanjut pada gim ketiga.
Meski Chen sempat meminta timeout ketika tertinggal 1-2, Winter tetap mengendalikan permainan dan memenangkan gim dengan skor 11-7.
Pada gim keempat, Winter kembali memimpin 7-2.
Chen berusaha mengejar hingga skor 7-6, memaksa Winter mengambil timeout untuk mengatur kembali permainannya.
Selepas jeda, Winter kembali mengandalkan variasi pukulan dan karakter karet anti-spin untuk menciptakan tiga match point.
Chen sempat menyelamatkan satu poin pertandingan. Namun, Winter akhirnya memastikan kemenangan 11-8 sekaligus mengakhiri pertandingan tanpa kehilangan satu gim pun.
Kemenangan tersebut juga menyingkirkan wakil China terakhir yang masih berpeluang meraih gelar di WTT Champions Frankfurt 2026, sebagaimana disebutkan dalam laporan pertandingan.
Shunsuke Togami Hentikan Kejutan Wim Verdonschot
Pada pertandingan perempat final lainnya, wakil Jepang Shunsuke Togami berhasil menghentikan perjalanan mengejutkan Wim Verdonschot.
Togami menang dengan skor 11-5, 5-11, 11-9, 11-6, 7-11, dan 11-7, atau 4-2 dalam enam gim.
Verdonschot sebelumnya tampil sebagai peserta wildcard dan berhasil mencatat kemenangan pertamanya pada debut di level WTT Champions.
Ia membuka perjalanannya dengan mengalahkan Simon Gauzy, kemudian membuat kejutan dengan menyingkirkan Hugo Calderano pada babak 16 besar.
Namun, langkah Verdonschot akhirnya terhenti di tangan Togami.
Bagi Togami, hasil tersebut memiliki arti penting karena pemain peringkat 16 dunia itu sebelumnya baru mampu mencapai perempat final sebagai pencapaian terbaiknya dalam 16 kesempatan tampil pada level turnamen tersebut.
Sementara itu, petenis meja putri Jepang Satsuki Odo juga mencatat kemenangan atas Hana Goda.
Odo memenangi pertandingan tujuh gim dengan skor 10-12, 11-8, 9-11, 11-9, 11-7, 11-7, dan 11-7.
Laporan pertandingan menyebut hasil tersebut membawa Odo ke babak perempat final.
Dengan kemenangan Franziska, Winter, Togami, dan Odo, persaingan WTT Champions Frankfurt 2026 berlanjut menuju fase penentuan.