MANADO – Persikokot Kotamobagu memastikan tiket ke final Piala Soeratin U17 Provinsi Sulawesi Utara 2026 setelah menyingkirkan Bolsel FC melalui adu penalti.

Laga semifinal berlangsung di Stadion Klabat, Manado, Selasa (8/9/2026).

Persikokot menang 4-2 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.

Sejak awal pertandingan, Persikokot dan Bolsel FC sama-sama tampil agresif untuk mencari gol.

Namun, pertahanan kedua tim mampu menjaga skor tetap 0-0 hingga waktu normal berakhir.

BACA JUGA
Setelah laga semifinal berakhir tanpa gol, Bolsel FC juga dijadwalkan menghadapi Klabat Jaya Sakti pada babak 6 Besar Liga 4 Zona Sulawesi Utara.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam fase tersebut, Persikokot tampil lebih tenang dan mengunci kemenangan 4-2.

Adu Penalti Jadi Ujian Mental Pemain

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Utara Audy Pangemanan mengapresiasi perjuangan kedua tim.

Menurutnya, pertandingan seperti semifinal tersebut memberikan pengalaman penting bagi pemain usia muda.

“Menang bukan hanya soal mencetak gol. Ada mental, disiplin, kerja sama dan kemampuan pemain menghadapi tekanan,” kata Audy.

BACA JUGA
Pada kompetisi berbeda, PS Bolsel FC kembali menjadi bagian dari catatan sepak bola Sulut dalam artikel PERSMA 1960 Manado juara Piala Gubernur yang berakhir 2-0.

Ia menilai adu penalti menjadi salah satu ujian mental karena pemain harus tetap tenang ketika berada dalam tekanan dan menentukan nasib tim.

Audy menegaskan Piala Soeratin bukan sekadar kompetisi untuk menentukan juara. Turnamen tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan sepak bola usia muda di Sulawesi Utara.

“Kompetisi seperti Piala Soeratin penting karena anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding. Mereka belajar disiplin, kerja keras, menghormati lawan dan bagaimana menghadapi kemenangan maupun kekalahan,” ujarnya.

Persikokot Tinggal Selangkah dari Gelar

Audy berharap pembinaan pemain muda terus berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kompetisi usia muda diharapkan dapat melahirkan talenta Sulawesi Utara yang mampu bersaing pada level lebih tinggi.

“Harapan kita akan lahir pemain-pemain muda Sulawesi Utara yang nantinya bisa berprestasi di tingkat nasional, bahkan bisa membawa nama Indonesia,” katanya.

Kemenangan atas Bolsel FC membuat Persikokot tinggal menjalani satu pertandingan lagi untuk merebut gelar Piala Soeratin U17 Sulut 2026.

Sementara itu, perjalanan Bolsel FC berakhir pada babak semifinal.

Bagi Dispora Sulut, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan kompetisi usia muda.

Pengalaman bertanding serta pembentukan mental pemain juga menjadi perhatian dalam proses pembinaan.

“Yang kita bangun bukan hanya pemain sepak bola, tetapi generasi muda yang sehat, berkarakter, kompetitif dan berprestasi,” tandas Audy.