Berita Boltim

Puluhan Rumah Warga Di Boltim Terendam Banjir

Tutuyan – Banjir akibat hujan dan luapan sungai, melanda sejumlah pemukiman warga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Akibatnya, puluhan rumah di desa Nuangan Barat dan Nuangan I (satu), Kecamatan Nuangan, Kabupaten Boltim pada Kamis, (9/9/2021) terendam banjir setinggi dua puluh sentimeter.

Tidak hanya itu, hujan lebat disertai dengan angin kencang sejak Selasa, (7/9) dua hari lalu membuat perkebunan milik penduduk desa pun dirusak oleh banjir.

Menurut penuturan warga desa Nuangan Barat, Harmin Solag, banjir yang merusak perkebunan pisang dan duriannya itu karena tidak adanya sambungan saluran air atau drainase.

Akibatnya, air dari desa Idumun yang letaknya berada didataran tinggi, malah memutar masuk melewati perkebunan hingga kepemukiman warga.

“Air ini dari desa Idumun, terjebak disini. Tapi, kalau sudah ada saluran tetap dia (air) keluar,” kata Harmin.

Harmin dan beberapa warga setempat terpaksa membuat beberapa pintu air dadakan untuk menghindari meluasnya banjir hingga kepemukiman padat penduduk.

“Ini sudah surut sekitar liba belas sentimeter. Tetapi kemarin, air tinggi sekali. Kalau tidak kasih lubang ini (air), sudah meluap,” tambah Harmin.

Di tempat sama, Kepala Desa Nuangan Barat, Lutfi Mokoagow, mengatakan. Sebenarnya banjir akan mudah diatasi jika suluran air dari desa Idumun tidak mengarah ke wilayahnya.

“Karena keluhan warga, untuk desa tetangga (Idumun), agar drainase itu dialihkan, jangan diarahkan ke pemukiman desa Nuangan Barat,” ucap Lutfi, saat meninjau kondisi banjir.

Meskipun begitu, ia akan berkoordinasi dengan Kepala Desa Idumum dan Nuangan I (satu) guna membicarakan saluran atau drainase agar datap saling terhubung. Sehingga ketika musim hujan tiba, air dari hulu akan dengan mudah mengalir tanpa hambatan sampai ke hilir sungai,”

“Dengan begitu, banjir dan atau genangan air dalam waktu lama akan bisa cepat diatasi,” pungkas Kepala Desa yang digadang-gadang dua periode itu.

Sementara itu, Kepala Desa Nuangan I, Fuad Bazmul, ketika dihubungi waktu.news mengatakan, pemerintah desa sudah berupaya memperjuangkan normalisasi sungai Sinalogan yang rencananya tahun 2021 ini akan di bangun.

“Namun karena adanya refocusing, pembangunannya masih dipending,” ungkap Fuad Bazmul.

Dia juga telah menyampaikan kondisi sebagian wilayah desa Nuangan I sedang terdampak banjir akibat meluapnya sungai Sinalogan kepada pemerintah kecamatan Nuangan.

“Dan tadi pagi saya juga sudah memerintahkan kepala dusun untuk mendata jumlah rumah-rumah warga yang terkena banjir,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi apakah ada bantuan dari pemerintah daerah kepada warga masyarakat yang terdampak banjir. (aah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button