Lanjut Rudini, Usulan desa sasaran program pamsimas tahun anggaran 2021 reguler yang sumber pendanaan dari APBN ada 5 Desa yakni; Mokoditek, suka makmur, sangtombolang, tanjung sidupa dan tuntung dengan besaran anggaran Rp.1.225.000.000 dan untuk Sumber APBD ada 2 Desa yakni; apeng sembeka dan dalapuli barat dengan total anggaran Rp.488.000.000,” urai rudini.
Lanjutnya lagi, Untuk hibah khusus Pamsimas (HKP) masuk ke desa biotong I dan huntuk dengan total Rp.445.450.000 dengan sumber APBN dan untuk APBD di desa bohabak IV dan saleo dengan anggaran Rp.445.450.000
Sedangkan untuk Hibah Insentif Desa (HID) yang sumbernya dari APBN di desa Binuni dan paku selatan dengan anggaran Rp.420.000.000,” Tambahnya.
Selain itu, Rudini juga berpesan agar selalu berkoordinasi dengan aparat desa dan fasilitas dari provinsi dan juga berhati-hati, karena mengelolah uang negara banyak aturannya.
“Sekecil apapun pengeluaran harus di sertai bukti dan pertanggungjawabannya, dan pihaknya akan terus melakukan evaluasi setiap bulan untuk anggaran APBD,” tegasnya.
Dalam penyajian laporannya, pihaknya tidak membutuhkan kertas tapi dengan menunjukan peta jaringan melalui google earth. Dirinya juga berharap antara Pamsimas dan Rispam ini bisa terintegrasi sistemnya agar tidak tumpang tindih dan perencanaanya mengikuti dokumen induk,” jelasnya. (rhp)
Lanjut Rudini, Usulan desa sasaran program pamsimas tahun anggaran 2021 reguler yang sumber pendanaan dari APBN ada 5 Desa yakni; Mokoditek, suka makmur, sangtombolang, tanjung sidupa dan tuntung dengan besaran anggaran Rp.1.225.000.000 dan untuk Sumber APBD ada 2 Desa yakni; apeng sembeka dan dalapuli barat dengan total anggaran Rp.488.000.000,” urai rudini.
Lanjutnya lagi, Untuk hibah khusus Pamsimas (HKP) masuk ke desa biotong I dan huntuk dengan total Rp.445.450.000 dengan sumber APBN dan untuk APBD di desa bohabak IV dan saleo dengan anggaran Rp.445.450.000
Sedangkan untuk Hibah Insentif Desa (HID) yang sumbernya dari APBN di desa Binuni dan paku selatan dengan anggaran Rp.420.000.000,” Tambahnya.
Selain itu, Rudini juga berpesan agar selalu berkoordinasi dengan aparat desa dan fasilitas dari provinsi dan juga berhati-hati, karena mengelolah uang negara banyak aturannya.
“Sekecil apapun pengeluaran harus di sertai bukti dan pertanggungjawabannya, dan pihaknya akan terus melakukan evaluasi setiap bulan untuk anggaran APBD,” tegasnya.
Dalam penyajian laporannya, pihaknya tidak membutuhkan kertas tapi dengan menunjukan peta jaringan melalui google earth. Dirinya juga berharap antara Pamsimas dan Rispam ini bisa terintegrasi sistemnya agar tidak tumpang tindih dan perencanaanya mengikuti dokumen induk,” jelasnya. (rhp)
Dukung Jurnalisme Waktu.News
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai apresiasi terhadap karya jurnalistik Mahdiyah Sanggilalung.
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.