- Kerajaan Bolaang "lang contract" perjanjian kontrak panjang Raja Adrianus Cornelis Manoppo tanggal 8 September 1856, 1859-1860, Arsip Lv No. 12 .
- Kaidipang "Lang Contract" perjanjian kontrak panjang Raja Tiaha Toruru Korompot 21 April 1855, 1857-1858, Arsip XXXV No.2.
- Kaidipang dan Bolangitang kemudian di gabung menjadi satu wilayah menjadi Kerajaan Kaidipang Besar melalui Raja Ram Soeit Pontoh melalui Kontrak pendek "Corte Verklakring 1. 26 April 1913,1913-1914, arsip 345 No 26.
- Kerajaan Bintauna "Lang Contract"Perjanjian Kontrak panjang Raja Elias Datunsolang 24 September 1857,1858-1859, Arsip 27 No 7.
- Kerajaan Bolang uki Lang Contract Perjanjian Kontrak panjang Raja Mohammad Alijudini Iskander Gobal Radiaman 1 November 1856,1857-1858, Arsip XXXV No.5 Di tahun 1901 pihak Nedherlandsch Indie mulai membangun hubungan melalui politik etis dengan 5 kerajaan di antaranya adalah pendidikan dan kesehatan,di tahun 1905 Dewan kerajaan di 5 kerajaan kemudian membuat Proposal tanggal 05 mei 1905 No. 50 agar 5 kerajaan Bolaang, Kaidipang, Bolangitang, Bintauna dan Bolaang uki di satukan dalam satu Department Divisi Bolaang Mongondow,Persetujuan Proposal ini oleh Hindia Belanda di terima oleh Gubernur Batavia melalui keputusan 10 Januari 1906 No.82 ( Ind.STBL.1906.No.41) maka secara langsung kerjasama di bidang Investasi,pendidikan,kesehatan dan Pemerintahan di sepakati bersama. Ke lima Kerajaan ini adalah Kerajaan Mandiri yang berpemerintahan sendiri dan bukan wilayah taklukan hindia Belanda (Zelfbestuur). Dalam Riwayat cerita ouman secara turun temurun bahwa penyatuan dari ke 5 Kerajaan ini di laksanakan di Kottabangon melalui musyawarah besar para Raja yang di kenal "Bakid Moloben", kegiatan ini sebelumnya telah di rapatkan di istana Komalig Kerajaan Kaidipang Besar. Penempatan pejabat Kontrolour yang pertama Controlour Venhuisen pihak kerajaan Bolaang Di Kottabangon memberikan tempat berupa kantor yang pertama berada di kaki gunung sia dekat Poopo, namun posisi di Sia dianggap kurang stratigis bahkan perencanaan kota mulai di garap oleh pihak kontrolour dengan menambah perluasan wilayah namun mendapat tantangan dari masyarakat terutama wilayah Pontodon yang akhirnya memicu reaksi perlawanan dari masyarakat pontodon. untuk meminimalisir situasi agar tidak berkembang pihak kerajaan memberikan kesempatan untuk memindahkan kantor kontrolour berada di dekat lokasi istana komalig kerajaan di Kottabangon. Proyek Kotabaru yang mulai di garap oleh pemerintah Hindia Belanda di Desa Sia mulai di pindahkan, Atas Saran Raja Datu Cornelis Manoppo kepada Controlour F Junius maka di lakukan penggantian nama Kota Baru menjadi Kota Mobagu yang di ambil dari Bahasa Mongondow "Mobagu" Yang artinya Baru. Usulan ini segera di sampaikan ke Gubernur Batavia melalui Besluit 10 Januari 1906 IF 32. (Staatblads IF 41) di mana penyebutan Kota Baru di rubah menjadi Kota Mobagoe dan mulai di tetapkan melalui keputusan Besluit Van De Governeur-Generaal Van Nedherlandsch Indie Van 29 September 1910 IF.26. Sejak di tetapkan pergantian Kota Baru menjadi Kota Mobagu maka Kota Yang Baru ini kemudian menjadi Ibukota Administrasi utama kerajaan Serikat Bolaang Mongondow di tahun 1927. Federasi Statuut Kerajaan Serikat Bolaang Mongondow di pusatkan di Kotamobagu kemudian kerajaan Serikat ini di bagi menjadi 2 Divisi, Mongondowsch Zuid (Selatan) dan Noorden (Utara) Mongondowsch: Artikel Terkait: Sejarah Mokapog dan Susunan Kerajaannya
- Kabupaten Pasi di pimpin Panggulu
- Kabupaten Bolaang di Pimpin Panggulu
- Kerajaan Bintauna di pimpin Raja
- Kerajaan Kaidipang Besar di pimpin Raja
- Mongondow Selatan terdiri atas 3 kabupaten dan 1 kerajaan yaitu :
- Kabupaten Lolayan di pimpin Panggulu
- Kabupaten Dumoga di pimpin Panggulu
- Kabupaten Kotabunan Di pimpin Panggulu
- Kerajaan Bolaang uki di pimpin
- Raja.
- INLANDSCH EN HOLLANDSCH-INLANDSCH ONDERWIJS
- STAATSBLAD VAN NEDERLANDSCH-INDIE OVER HET JAAR 1 9 1 O.
- SWAPRAJA SULAWESI.
Dukung Jurnalisme Waktu.News
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai apresiasi terhadap karya jurnalistik Refli Puasa.
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.