JAKARTA – Cabang olahraga tenis meja pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur 2028 akan memperebutkan delapan medali emas.
Penambahan nomor pertandingan dibahas Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) bersama Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat di Gedung KONI Pusat, Kamis (10/9/2026).
Tim PB PTMSI dipimpin Kabid Binpres Evi Sumendap bersama Mansyur Lakoro dan Sunita. Sementara Tim Binpres KONI Pusat dipimpin Irfan.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Binpres KONI Pusat disebut menerima dan menyetujui usulan PB PTMSI mengenai penambahan nomor atau medali emas pada PON XXII NTB-NTT 2028.
Beregu Campuran Masuk Usulan PON 2028
Evi Sumendap menjelaskan, usulan penambahan nomor tersebut berkaitan dengan perkembangan nomor pertandingan tenis meja internasional.
Menurutnya, Olimpiade Los Angeles 2028 akan mempertandingkan nomor beregu campuran. PB PTMSI kemudian mengusulkan nomor serupa untuk PON XXII NTB-NTT 2028.
“Karena itu, kita usulkan penambahan nomor beregu campuran untuk PON XXII NTB-NTT 2028 mendatang,” kata Evi saat dihubungi SUMEKS.CO, Jumat (11/9/2026).
Evi mengatakan Tim Binpres KONI Pusat tidak hanya menerima usulan tersebut secara lisan, tetapi juga membubuhkan tanda tangan pada dokumen yang disampaikan PB PTMSI.
“Kita bersyukur, usulan yang kita sampaikan, langsung ditandatangani Tim Binpres KONI Pusat,” ujarnya.
Satu Tim Diisi Lima Pemain
Format beregu campuran yang diusulkan untuk PON XXII 2028 disebut sama dengan format yang akan diterapkan pada Olimpiade Los Angeles 2028.
Nomor tersebut terdiri atas ganda campuran, tunggal putri, tunggal putra, ganda putri, dan ganda putra.
Evi menyebut pertandingan menggunakan format mencari tiga kemenangan.
“Satu tim terdiri dari lima pemain,” katanya.