CARDIFFWales tarik dukungan untuk Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA periode 2027–2031.

Federasi Sepak Bola Wales atau FAW mengumumkan keputusan tersebut pada Senin, 3 Agustus 2026.

Wales menjadi federasi nasional pertama yang secara resmi mencabut dukungan terhadap pencalonan Gianni Infantino.

Kerja Sama
Redaksi manado.news

Keputusan itu muncul setelah FIFA membatalkan rencana kontroversial yang melibatkan investasi swasta dalam aset komersialnya.

FAW menilai masalah tata kelola, kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan telah merusak kepercayaan terhadap Infantino.

Menurut federasi tersebut, pimpinan FIFA harus selalu menempatkan kepentingan sepak bola sebagai prioritas utama.

Karena itu, FAW tidak lagi mendukung Infantino untuk mempertahankan jabatannya selama empat tahun berikutnya.

Federasi Wales juga telah menyampaikan keputusan tersebut kepada FIFA melalui pemberitahuan resmi.

Pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko.

FIFA menjadwalkan agenda pemilihan tersebut pada 18 Maret 2027.

Sebelumnya, Infantino telah menyatakan niat untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.

Rencana Investasi Swasta Picu Penolakan

Keputusan Wales tarik dukungan untuk Infantino berkaitan dengan proposal FIFA Forward Enterprise.

Rencana tersebut akan menghimpun aktivitas komersial FIFA dalam sebuah entitas baru.

Entitas itu akan menangani pendapatan dari hak siar, sponsor, tiket, dan berbagai turnamen FIFA.

Selanjutnya, FIFA berencana menjual sekitar 20 persen kepemilikan kepada investor swasta.

Melalui skema tersebut, FIFA menargetkan dana investasi hingga sekitar 4,2 miliar dolar AS.

Setiap federasi anggota berpeluang memperoleh dukungan hingga 40 juta dolar AS dalam siklus pendanaan berikutnya.

Namun, sejumlah pemangku kepentingan mempertanyakan transparansi, pengawasan, dan dampak jangka panjang proposal itu.

Kritikus juga menilai FIFA tidak membuka proses konsultasi yang memadai sebelum memperkenalkan rencana tersebut.

Penolakan kuat kemudian datang dari sejumlah konfederasi dan federasi nasional.

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras mengkritik rencana investasi tersebut.

Badan sepak bola Eropa itu bahkan mempertimbangkan langkah hukum terkait proses penyusunan proposal FIFA.

Tekanan yang meluas akhirnya membuat FIFA menghentikan rencana tersebut pada akhir Juli 2026.

FAW menilai kegagalan tersebut mencerminkan persoalan lebih besar dalam kepemimpinan FIFA.

Federasi Wales tidak hanya mempermasalahkan hasil akhir proposal.

Sebaliknya, mereka menyoroti proses, komunikasi, nilai organisasi, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan.

Pertimbangan itulah yang membuat Wales tarik dukungan untuk Infantino secara terbuka.

FAW Soroti Kepemimpinan dan Tata Kelola FIFA

Dalam pernyataannya, FAW menyebut Infantino telah kehilangan kepercayaan untuk tetap memimpin sepak bola dunia.

Federasi itu menilai FIFA gagal menunjukkan tata kelola yang sehat dalam menangani rencana investasi swasta.

Selain itu, FAW mempertanyakan penilaian pimpinan ketika mengambil keputusan strategis bagi organisasi global tersebut.

FAW menegaskan kepentingan sepak bola harus mengalahkan ambisi bisnis maupun kepentingan kelompok tertentu.

Bagi Wales, kegagalan menjaga prinsip tersebut tidak dapat diterima.

Sikap itu menjadi dasar utama pencabutan dukungan bagi pencalonan Infantino.

Keputusan tersebut sekaligus meningkatkan tekanan politik menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.

Infantino membutuhkan dukungan mayoritas federasi anggota untuk mempertahankan jabatannya.

Setiap federasi dari 211 anggota FIFA memiliki satu suara dalam kongres pemilihan.

Karena itu, dukungan federasi kecil maupun besar sama-sama menentukan hasil akhir.

Langkah Wales kemudian memicu pergerakan serupa dari federasi Eropa lainnya.

Serbia dan Swedia turut mengumumkan pencabutan dukungan terhadap Infantino.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Inggris bergerak mengikuti sikap Wales dan mitra Eropanya.

Perkembangan tersebut menunjukkan Wales tarik dukungan untuk Infantino bukan sekadar keputusan simbolis.

Sebaliknya, langkah itu membuka tekanan lebih luas terhadap kepemimpinan FIFA.

Sejumlah federasi kini menuntut perbaikan transparansi, akuntabilitas, dan mekanisme pengambilan keputusan.

Tekanan terhadap Infantino Meluas

Kritik terhadap Infantino tidak hanya muncul dari kawasan Eropa.

CONCACAF menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dan tata kelola FIFA.

Konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia menilai organisasi harus bertanggung jawab kepada seluruh federasi anggotanya.

Selain itu, badan tersebut menuntut pengelolaan dana pembangunan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Konfederasi Sepak Bola Asia juga mendorong keterbukaan lebih besar dalam proses pengambilan keputusan FIFA.

Tekanan lintas kawasan membuat pencalonan Infantino menghadapi tantangan serius menjelang Maret 2027.

Namun, ia masih berpeluang memperoleh dukungan dari federasi Afrika, Amerika Selatan, Asia, dan Oseania.

Karena itu, hasil pemilihan tetap bergantung pada peta dukungan seluruh anggota FIFA.

Perdebatan tersebut juga dapat mendorong munculnya calon alternatif.

UEFA mulai mencari figur yang dapat menantang Infantino dalam pemilihan mendatang.

Meski demikian, belum ada kandidat penantang yang memperoleh dukungan luas secara resmi.

Keputusan Wales tarik dukungan untuk Infantino kini menjadi titik penting dalam politik sepak bola internasional.

Langkah tersebut menempatkan tata kelola FIFA kembali dalam sorotan dunia.

Pemilihan pada 2027 tidak hanya menentukan presiden organisasi.

Agenda itu juga akan menguji tuntutan anggota terhadap kepemimpinan yang transparan dan mengutamakan sepak bola.