BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mulai mematangkan rintisan kerja sama Sister City dengan Nakanoto, Prefektur Ishikawa, Jepang.

Langkah awal dilakukan melalui Focus Group Discussion penyusunan kajian strategis pemetaan potensi daerah dan analisis komplementer rintisan kerja sama tersebut.

FGD berlangsung di Ruang Rapat Berkah Kantor Bupati Bolsel dan dibuka Bupati Dr. (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., didampingi Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.

Kajian tersebut diarahkan untuk memetakan potensi unggulan Bolsel sekaligus mengidentifikasi sektor yang memiliki peluang dikembangkan melalui kerja sama dengan Jepang.

Pemkab ingin rintisan Sister City tidak sebatas hubungan antarpemerintahan, tetapi memiliki arah program konkret berdasarkan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat.

Gandeng Perguruan Tinggi untuk Susun Kajian

Dalam kegiatan itu, Bappelitbangda Kabupaten Bolsel juga menandatangani kerja sama dengan Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat penyusunan kajian strategis menggunakan pendekatan akademik dan berbasis data.

Pemkab berharap keterlibatan perguruan tinggi membuat pemetaan potensi daerah memiliki landasan ilmiah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam aspek regulasi.

Dalam sambutannya, Iskandar mengatakan Pemkab Bolsel juga tengah memproses sejumlah peluang kerja sama investasi strategis dengan pihak yang dalam materi disebut PT Indonesia Investment Authority (INA), terutama pada sektor perikanan.

Rencana yang didorong antara lain pembangunan pabrik tepung ikan, fasilitas cold storage, serta pengembangan kawasan kampung ekspor.

BACA JUGA
Selain pembangunan fasilitas perikanan, perkembangan program magang kerja ke Jepang di Sulawesi Utara menunjukkan perhatian pemerintah pada perluasan akses kerja internasional bagi lulusan SMK.

Menurut Iskandar, fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan sekaligus memperluas akses pasar komoditas unggulan daerah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap menghibahkan lahan di sekitar Pelabuhan Dudepo untuk mendukung kelancaran proyek ini. Sementara kajian teknis mengenai potensi daerah akan kita susun bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo agar seluruh prosesnya dapat memenuhi regulasi kerja sama luar negeri,” ujar Iskandar.

Rencana Magang 50 Peserta ke Jepang

Pemkab Bolsel tidak hanya mengarahkan rintisan kerja sama tersebut pada investasi maupun pembangunan fisik.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi salah satu bidang yang disiapkan.

BACA JUGA
Rencana penguatan sumber daya manusia melalui magang ke Jepang juga berkaitan dengan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang menyiapkan tenaga kerja terampil.

Salah satu rencananya berupa program rekrutmen dan pelatihan magang ke Jepang bagi 50 peserta dari berbagai disiplin ilmu.

Bidang yang diproyeksikan mencakup perikanan, pertanian, pengolahan makanan, hingga keperawatan.

“Jadi bukan hanya investasi dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi kita juga ingin ada investasi terhadap sumber daya manusia. Anak-anak Bolsel harus diberikan kesempatan untuk belajar, mendapatkan pengalaman dan meningkatkan keterampilan melalui program magang di Jepang,” kata Iskandar.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan kepada generasi muda Bolsel yang nantinya dapat diterapkan ketika kembali ke daerah.

Rintisan Sister City dengan Nakanoto dipersiapkan sebagai wadah kerja sama jangka panjang yang mencakup pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM, investasi, pengembangan ekonomi, serta sektor lain yang berpeluang dikembangkan.

Iskandar berharap hasil kajian FGD dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kebutuhan daerah sekaligus menjadi pijakan dalam menentukan program kerja sama yang realistis dan berkelanjutan.

“Harapan kita, kerja sama ini nantinya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Bolsel, baik melalui investasi, peningkatan ekonomi, pembukaan lapangan kerja maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.

Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel, Ketua LPPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo beserta jajaran, para Asisten, pimpinan OPD, tenaga ahli, kepala bagian, serta para camat di lingkungan Pemkab Bolsel