Nasional

Deretan Informasi Peristiwa Duka Jakarta-Pontianak: Konten dari Pilot YouTuber hingga 1 Korban Berhasil Diidentifikasi

Waktu.news | Detik demi detik telah dilalui sejak 9 Januari 2021, banyak hal terjadi di tengah kondisi yang menegangkan. Kabar hoaks dan Vincent Raditya mendadak trending dalam pemberitaan Sriwijaya SJ 182, hingga 1 korban dapat dikenali identitasnya.

Berita Sriwijaya SJ 182 perlu dikaji dengan baik, YouTuber Kapten Pilot kini sedang menjadi sorotan. Hoaks sering kali terjadi di tengah peristiwa yang menegangkan atau sedang trending dalam pemberitaan. Hal ini kembali terjadi dalam peristiwa 9 Januari 2021 yang berhasil menyita perhatian para netizen.

Gambar bayi dengan kelengkapan pelampung telah menyebar ke satu pesan ke pesan WhatsApp lainnya. Hal ini telah ditelusuri oleh Liputan6.com dan disimpulkan bahwa foto tersebut merupakan peristiwa tenggelamnya kapal.

Dasco selaku wakil DPR mengajak masyarakat untuk mengkaji suatu informasi sebelum disebarluaskan ke orang terdekat. Agar kondisi tidak semakin kacau, ingat bahwa keluarga korban sangat menantikan informasi yang benar-benar valid dan berharap adanya keajaiban dari Tuhan. Jangan sampai berita yang kita sebarkan berakibat buruk, baik yang terdampak maupun yang lainnya.

Adapun Kapten Vincent yang tengah menjadi sorotan hingga kritikan langsung mendarat di kolom komentar konten YouTube-nya. Menurut beberapa orang yang berkomentar menyarankan agar tidak mengunggah secara langsung proses pencarian korban.

Alih-alih ingin memberikan informasi dan sebagai bentuk solidaritas sesama pilot, bisa saja berubah menjadi kecaman buruk bagi dirinya, atau netizen akan berpikir bahwa ia ingin memanfaatkan situasi ini hanya untuk keperluan kontennya.

Mencoba mengurai Deretan Informasi Peristiwa Duka Jakarta-Pontianak hingga saat ini

Beranjak dari vlog yang menjadi sorotan ke konten berupa analisis dan menerangkan usia pesawat.

Satu hari lalu, Kapten Vincent membagikan informasi dengan membaca pergerakan pesawat dari FlightRadar24 yang menyimpulkan bahwa Sriwijaya SJ 182 dalam 60 detik saja jatuh ke kanan dari ketinggian sebelas ribu kaki dengan kecepatan di atas 600 km / jam.

Kemudian, ia menjawab dari banyak sekali pertanyaan yang mengacu kepada satu pokok, yakni apakah usia pesawat menjadi dalang peristiwa itu terjadi? Dengan menegaskan, setiap pesawat tidak bisa dipastikan buruk atau pun baik, bahkan pesawat yang masih baru pun bisa rusak. Intinya adalah pesawat dirawat dengan baik dan melewati beberapa proses hingga layak untuk terbang.

KNKT yang diperintahkan langsung oleh Jokowi agar memaksimalkan penyelidikan terhadap kejadian mengenaskan di perairan Kepulauan Seribu, telah memberikan beberapa kemajuan, yakni:

(1) Pengumpulan data rekaman

Hal ini telah dilaksanakan KNKT sejak 10 Januari 2021. Dengan menginstruksikan dua orang untuk berkoordinasi dengan LPPNPI dan AirNav Indonesia dalam mengumpulkan data percakapan pilot. Kemudian mengerahkan tim sebanyak tiga orang untuk langsung ke titik peristiwa jatuhnya Sriwijaya SJ 182.

(2) Data mentah telah diperoleh KNKT untuk membaca pergerakan pesawat

Proses wawancara dilakukan langsung dengan Nurcahyo yang menjadi pengendali penerbangan pada detik-detik jatuhnya pesawat.

(3) Beberapa bagian dan komponen pesawat berhasil dikenali

Alat untuk peluncur udara, puing-puing pesawat dan ekornya, GPWS, radio altimeter, hingga beberapa perlengkapan pribadi berhasil dibawa ke permukaan, serta telah diidentifikasi merupakan bagian dari peristiwa duka Sriwijaya SJ 182.

(4) Bantuan dari negara tetangga dan negara yang membuat Boeing 737

Singapura dan Amerika Serikat telah mengajukan tawaran untuk membantu penyelidikan yang tengah dilakukan.

Pencarian Black Box yang diyakini dapat mengungkap penyebab kecelakan, akan dibantu oleh Singapura. Kemudian, Amerika Serikat telah menunjuk Holfs sebagai Accreditate Representatif dalam proses investigasi peristiwa Jakarta – Pontianak.

Telah didapatkan sejumlah bagian tubuh korban Dari enam puluh dua orang termasuk kru yang berada di dalam Sriwijaya SJ 182, beberapa bagian tubuh mereka telah ditemukan. Data yang berasal dari Kompas.com menginformasikan bahwa Basarnas berhasil menghimpun 74 kantong jenazah yang akan diproses lagi hingga korban dapat diidentifikasi.

Salah satu pria kelahiran Jakarta bernama Okky Bisma menjadi korban pertama yang dapat dikenali dan telah dikonfirmasi valid oleh Pusinafis, dengan 12 titik yang dapat mengungkapkan identitas korban. Semoga korban lainnya dapat dikonfirmasi dengan cepat dan keluarga yang ditinggalkan dapat ditabahkan. Pray for Sriwijaya SJ 182.(rhp)

Refli Puasa

Blogger, Web Design, IT Consultant, Copywriter dan Cyber Journalisme dari Bolaang Mongondow Bagian Utara, Sulawesi. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak lebih jauh di dunia pengembangan web media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button