Berita Boltim

Diduga Mesin Pada Kapal Bantuan DKP Boltim Dijual Warga

Kepala Desa Loyow Minta Polisi dan Kejaksaan Untuk Telusuri

WAKTU, Tutuyan – Mesin serta alat penting pada kapal bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Bolaang Mongondow Timur, hilang. Disinyalir telah dijual oleh oknum warga Desa Loyow.

Kapal bernilai ratusan juta itu, merupakan bantuan pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan kepada kelompok nelayan di Desa Loyow, Kecamatan Nuangan, yang diketuai Faruk Bumulo, pada tahun 2016 lalu.

Menurut keterangan Faruk, mereka sebenarnya tidak mau menerima bantuan kapal tersebut. Pasalnya, selain jaring alat tangkap tidak memenuhi syarat. Ukuran fisik badan kapal pun tidak cukup kuat menampung beban berat, apalagi jika ditambah dengan jumlah anak buah kapal.

“Tapi, karena orang Dinas mohon-mohon dengan kalimat, terserah kalian buat apa, silahkan, yang penting diterima dulu. Maka kami terpaksa membawah kapal itu dari Desa Jiko Port ke Loyow,” kata Faruk.

Walhasil, kapal yang menurut dia hanya menguras kantong pribadi dan tidak mendatangkan keuntungan bagi kelompok itu, akhirnya diparkir. Karena lama terparkir, pihak Dinas kemudian turun untuk memeriksa dengan alasan pengawasan serta laporan dari warga. Kapal tersebut ditarik dan dipindahtangankan.

“Kata orang Dinas, sudah ada yang suka. Jadi, kasih saja ke mereka, lagian bapak tidak lagi membutuhkannya,” ungakap Faruk.

Sejak penarikan, mesin dan alat penting kapal tidak pernah dilihatnya lagi. Diduga kuat telah dijual oleh oknum yang ditunjuk pihak dinas sebagai pengelolah setelah mereka.

“Sampai saat ini, saya tidak lagi melihat keberadaan Kapal Bantuan DKP Boltim itu, mungkin telah dijual. Karena setelah penarikan, saya lihat ada orang dari Dinas berada disatu rumah. Seluruh alat termasuk radio kapal dibawah ke rumah itu,” jelasnya, kepada waktu.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Loyow saat dimintai keterangan, membenarkan informasi hilangnya mesin alat penting pada kapal tersebut.

“Iya, benar.” kata, Tarji B Mokoagow, kepada waktu, Minggu, (14/2/21).

Dirinya bahkan meminta Kerjaksaan dan Kepolisian untuk menelusuri serta menyelidiki hilangnya barang yang masih menjadi aset Negara teraebut.

“Harus ditelusuri Kapal Bantuan DKP Boltim,” pintanya.

Sementara itu, Dinas Perikanan dan Kelautan Bolaang Mongondow Timur ketika dikonfirmasi, engan memberikan komentar. Kepala Dinas pun saat dihubungi tidak memberikan penjelasan, hingga berita ini dipublish.

“Tugas luar kita,” singkat, Erna Mokodongan. (AAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button