Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di empat lokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Jumat (21/8/2026). Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

Empat lokasi karhutla Bolmong tersebut berada di Desa Mongkoinit Barat, Desa Tandu, dan Desa Lalow di Kecamatan Lolak. Satu lokasi lainnya berada di Desa Tungoi I, Kecamatan Lolayan.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Bolmong, kebakaran di Desa Mongkoinit Barat menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan. Petugas berhasil memadamkan api pada pukul 13.50 Wita.

Iklan

Di Desa Tandu, sekitar 1 hektare lahan terbakar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.40 Wita.

Kebakaran juga terjadi di Desa Lalow dengan luas lahan terdampak sekitar 0,5 hektare. Petugas berhasil mengendalikan api pada pukul 17.40 Wita.

BACA JUGA
Sebelumnya, penanganan karhutla di Desa Lalow pada 13 Agustus 2026 masih berlangsung hingga 14 Agustus, seperti dijelaskan dalam artikel Tiga Titik Karhutla Terjadi di Bolmong.

Sementara itu, kebakaran di Desa Tungoi I menghanguskan sekitar 1 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 Wita.

BPBD Ungkap Dugaan Pemicu Karhutla Bolmong

BPBD Bolmong menyebut kebakaran di tiga lokasi di Kecamatan Lolak diduga dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan. Api kemudian menyebar dan sulit dikendalikan.

Adapun kebakaran di Desa Tungoi I diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan ke rerumputan kering di pinggir jalan.

Setelah menerima laporan, Posko Siaga Darurat Karhutla BPBD Bolmong langsung mengerahkan personel ke lokasi.

BACA JUGA
Penanganan lapangan itu berlangsung dalam konteks penetapan Siaga Darurat Bencana Bolmong oleh Pemkab Bolaang Mongondow hingga 30 September 2026.

Penanganan melibatkan Damkar Bolmong, BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, serta karyawan PT Conch.

Khusus penanganan kebakaran di Desa Tungoi I, BPBD Bolmong juga berkoordinasi dengan Damkar Kota Kotamobagu.

Kepala BPBD Bolmong Candra Mokoginta mengatakan personel gabungan tetap melakukan pemantauan setelah api berhasil dipadamkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Tim terus melakukan pemantauan dan pengawasan firespot pada lokasi yang rawan kebakaran,” kata Candra.

Bupati Bolmong Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Pemkab Bolmong sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan, karhutla, dan angin kencang melalui SK Nomor 333 Tahun 2026.

Pemerintah daerah juga mengaktifkan posko melalui SK Nomor 334 Tahun 2026. Kedua surat keputusan tersebut ditetapkan pada 4 Agustus 2026.

Satgas Karhutla kini terus melakukan patroli dan sosialisasi di sejumlah wilayah yang rawan kebakaran.